Mau Hidup Lebih Mapan Meski Pas-pasan? Simak Cara Atur Keuangan Ini

Kompas.com - 27/06/2019, 11:52 WIB
Ilustrasi menabung. ShutterstockIlustrasi menabung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hidup mapan memang jadi dambaan setiap orang. Tak hanya untuk orang yang berpendapatan lebih, Anda yang berpendapatan pas-pasan juga bisa hidup mapan.

Oleh karena itu, simak langkah mengatur keuangan ini agar hidup mapan meski keuangan pas-pasan.

1. Catat Arus Pengeluaran Sebelum Arus Masuk

CO-CEO Jouska dan seorang perencana keuangan Farah Dini Novita mengatakan, hidup mapan bisa dimulai dengan pencatatan arus kas dan arus masuk.

Pencatatan arus kas keluar mesti didahulukan, apalagi bagi Anda yang kerja berpenghasilan tak menentu seperti supir ojek online misalnya.

"Sebelum mengisi penghasilan atau arus masuk, isi dulu arus pengeluaran. Dengan mengetahui berapa pengeluaran setiap bulan, Anda akan punya target berapa penghasilan yang harus Anda dapatkan secara harian," kata Farah Dini Novita di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Selain itu, lihat juga pengeluaran lainnya seperti bayar kontrakan, bayar listrik, dan bayar cicilan yang sifatnya tak bisa ditinggalkan.

"Sehingga kalau nanti di akhir bulan ada penagihan listrik dan sebagainya, kita enggak bingung punya duitnya darimana. Kalau bisa menyisihkan uang untuk simpanan, itu lebih baik lagi," kata wanita yang kerap disapa Dini ini.

2. Siapkan Dana Darurat

Selain mengukur kebutuhan saat ini, Anda juga disarankan untuk mengukur kebutuhan di masa depan dengan menyiapkan dana darurat.

"Misalnya tahun depan kita mau menyekolahkan anak, kita pikirkan dari sekarang. Berapa kira-kira yang bisa kita sisihkan setiap hari," kata Dini.

3. Berhutang Produktif

Biasanya, penghasilan juga akan terkikis oleh hutang. Untuk meminimalisir hal itu, sebaiknya Anda lihat urgensi dalam berutang. Jika tidak mendesak, lebih baik hindari hutang.

Namun jika mendesak, Dini menyarankan untuk melihat sifat hutang tersebut. Jika hutang produktif yang asetnya bisa dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi atau setara, maka diperbolehkan.

"Tapi kalau hutang jahat, ya lebih baik enggak, ya," saran dia.

Adapun, hutang yang baik adalah hutang yang maksimalnya hanya 30 persen dari penghasilan.

4. Persiapkan Investasi

Jika Anda telah memiliki tabungan dan dana darurat, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah berinvestasi untuk kebutuhan jangka menengah hingga jangka panjang.

Dini menyarankan investasi obligasi bagi pemula. Sebab, instrumen obligasi dijamin pemerintah dan diatur oleh Undang-Undang yang sah.

"Jadi obligasi adalah salah satu yang saya sarankan. Kemudian untuk pasar modal lain seperti saham dan sejenisnya, saya rasa sekarang juga sudah bisa untuk semua orang. Banyak yang menawarkan investasi saham dengan modal Rp 100.000," ucap Dini.

5. Kendalikan Diri dari Diskon

Semua hal yang telah Anda lakukan di atas akan percuma jika Anda tidak bisa mengendalikan diri dari diskon dan promo. Semua jenis diskon dan promo, sebaiknya kembalikan lagi ke kebutuhan diri Anda.

Dini mencontohkan, jika Anda ingin beli microwave karena Anda butuh, justru diskon tersebut berperan bagus karena bisa memangkas pengeluaran Anda.

"Tapi kalau mau beli HP baru yang sebetulnya kita enggak butuh-butuh banget, ya lebih baik enggak usah. Jadi selalu tanyakan ke diri sendiri, ini keinginan atau kebutuhan," saran Dini.

Selain mengendalikan diri terhadap diskon, Anda juga harus mengendalikan diri dari jahatnya media sosial. Media sosial cenderung memberikan pandangan hidup untuk kesenangan semata.

"Dengan eranya media sosial kita pasti ingin terlihat punya uang, sukses, bisa liburan seperti orang-orang. Padahal belum tentu yang mereka tampakkan itu uang yang mereka hasilkan. Bisa jadi itu gesek kartu kredit, atau bisa jadi orang itu sudah nabung bertahun-tahun. Kita enggak pernah tahu ceritanya orang," jelas Dini.

"Apapun yang kalian lihat di sosial media, jangan ditelan mentah-mentah," pungkasnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X