Simak Pentingnya Persiapkan Dana Pendidikan untuk Anak Anda

Kompas.com - 08/07/2019, 09:40 WIB
Ilustrasi pendidikan www.shutterstock.comIlustrasi pendidikan

JAKARTA, KOMPAS com - Memasuki masa-masa berkeluarga pasti punya segudang kebutuhan wajib yang harus terpenuhi, lebih banyak ketimbang Anda masih hidup sendiri.

Tetapi, jangan sampai biaya pendidikan anak justru lolos dari catatan keuangan Anda meski banyak kebutuhan lain.

Untuk itu, simak pentingnya mempersiapkan biaya pendidikan jauh-jauh hari sebelum usia anak Anda siap bersekolah.

Baca juga: 5 Cara Menjaga Keuangan Tahunan Agar Tidak Jebol

1. Wajib

Bagaimanapun, biaya pendidikan menjadi biaya wajib yang mesti Anda sisihkan untuk anak Anda. Sebab, anak juga merupakan aset berharga di masa depan.

Co-Founder dan Kepala penasihat keuangan Jouska Indonesia Indah Hapsari mengatakan, Anda wajib memenuhi segala kebutuhan mendasar anak, salah satunya dana pendidikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Biaya pendidikan anak harus dipikirkan, ya. Karena memang sudah kewajiban orangtua memberikan kehidupan yang layak. Sekaligus anak adalah aset masa depan," kata Indah Hapsari di Jakarta, Sabtu (6/7/2019).

2. Biaya pendidikan semakin mahal

Biaya pendidikan dari tahun ke tahun semakin mahal. Biasanya naik sekitar 15 persen setiap tahun. Apalagi, Indonesia belum memiliki regulasi yang mengatur dan membatasi tarif pendidikan, seperti biaya masuk atau uang pangkal, biaya buku, SPP, dan biaya kegiatan lainnya.

Inilah yang membuat Anda mesti mempersiapkan dana pendidikan untuk anak. Lalu, kapan idealnya menyiapkan dana pendidikan?

"Paling ideal ketika anaknya sudah ada, baru kita siapkan anggaran pendidikannya," kata Indah.

Untuk mengetahui berapa angka pasti yang Anda butuhkan, Indah menyarankan Anda harus tahu terlebih dahulu kapan dan dimana anak Anda akan bersekolah. Bila Anda ingin menyekolahkan anak Anda di sekolah A, cari biaya pendidikan sekolah itu saat ini.

Baca juga: Baru Menikah dan Ingin Punya Bayi, Simak Tips Keuangan Ini

Kemudian, hitung umur anak Anda. Berapa tahun lagi Anda punya waktu untuk mempersiapkan biaya tersebut hingga anak Anda memasuki usia wajib sekolah. Tak lupa, tambahkan biaya kenaikan 15 persen setiap tahunnya.

"Cari biaya di sekolah itu saat ini plus per tahun tambah 15 persen. Baru setelah itu hitung umur anak Anda dan kapan anak Anda sekolah. Dari situ terlihat besaran dana yang bisa Anda kumpulkan per bulan," ujar Indah.

Setelah berhasil mendapat besaran angka, jangan lupa pilih produk investasi dana pendidikan. Produk ini juga bisa disesuaikan dengan umur anak Anda. Jika jangka waktunya pendek, carilah produk berjangka pendek dan sebaliknya.

"Kalau jangka waktunya pendek cari produk-produk yang enggak ada resikonya, kalau jangka waktu panjang cari yang ada resikonya tapi resiko itu masih bisa kita ukur, alias tidak merugikan," ucap Indah.

3. Biaya kerap disamakan dengan kualitas

Selain dua hal tadi, para orang tua kerap menyamakan harga sekolah yang semakin mahal dengan kualitas sekolah. Padahal, sekolah yang mahal belum tentu bagus. Tergantung bakat dan pola belajar anak masing-masing. Pun jika Anda memilih memasukkan anak Anda ke sekolah mahal, otomatis biaya kehidupan sosial Anda alias "biaya pamer" sesama orang tua akan lebih besar.

Jadi Indah menyarankan pikirkan dahulu baik-baik keuangan Anda. Sekaligus pertimbangkan dengan tingkat pendidikan yang cocok untuk anak.

"Enggak semua sekolah anak cocok satu sama lain. Sekolah konvensional enggak semua cocok, sekolah montessory enggak semuanya juga cocok. Jadi kembalikan lagi ke tipe anaknya dan ke tipe orangtua," saran Indah.

Apalagi, pengenalan bakat anak saat ini semakin mudah dilakukan. Sudah banyak sekolah-sekolah yang menawarkan percobaan (trial) sebelum resmi masuk sekolah tersebut.

"Sekarang sebelum masuk sekolah kan suka dibuka trial, itulah pentingnya kita ikut trial biar tahu sekolah itu cocok untuk anak kita atau enggak," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.