Sri Mulyani Sebut Dampak Perang Dagang ke Indonesia Moderat, Mengapa?

Kompas.com - 16/07/2019, 11:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberikan paparan dalam Seminar Nasional Tengah Tahun INDEF di Jakarta, Selasa (16/7/2019). MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberikan paparan dalam Seminar Nasional Tengah Tahun INDEF di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Meningkatnya tensi perdagangan dunia akibat perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China berpengaruh terhadap kinerja perekonomian dan perdagangan global. Namun, dampak dari perang dagang tersebut akan berbeda di setiap negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, jika dibandingkan dengan negara kawasan lain di Asia Tenggara, pengaruh perang dagang terhadap kondisi perekonomian Indonesia cenderung lebih moderat alias biasa saja. Berbeda dengan Singapura atau Maalysia yang terkena dampak cukup hebat akibat ketegangan hubungan perdagangan AS dan China.

Menkeu mengatakan, keterlibatan Indonesia yang cenderung minimal dalam rantai pasokan global serta lemahnya industri manufaktur dalam negeri seakan menjadi tameng Indonesia ketika perekonomian global sedang dihadapkan pada kondisi ketidakpastian seperti saat ini.

"Kalau di kawasan ASEAN, perang dagang ini dampaknya berbeda-beda. Ketika dia exposure terhadap supply chain besar, bisa menjadi upside bisa terjadi downside," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Imbas Perang Dagang, Pemerintah AS Minta Hakim Batalkan Gugatan Huawei

"Semakin dia tergantung pada perdagangan, dia akan semakin terekspos pada global weakening dan trade weakening. Kalau dia perekonomiannya didominasi oleh manufaktur, maka akan terkena hit lebih besar," ujar dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memaparkan, Singapura dan Malaysia sebagai dua negara dengan kondisi perekonomian yang paling terbuka di kawasan ASEAN menjadi yang paling terdampak perang dagang.

Namun dengan kondisi tersebut, Indonesia juga menjadi sulit memanfaatkan kondisi ketika ada kesempatan untuk menggenjot perekonomian.

"Indonesia dengan less exposure terhadap trade juga supply chaind dan manufacturing membuat ketika di situasi gonjang-ganjing seperti saat ini menjadi less expose, tapi ketika ada opportunity juga jadi less-able," ujar dia.

Baca juga: Morgan Stanley: Perang Dagang Masih Beratkan Ekonomi Global

Namun, Sri Mulyani memaparkan, untuk bisa membuat keterlibatan Indonesia dalam perekonomian dunia lebih besar, berarti Indonesia harus siap untuk menerima risiko ketika kondisi ekonomi sedang tidak pasti seperti saat ini.

Walaupun, untuk bisa mengubah kondisi tersebut menurut dia tidak mudah.

"When talk about investment, mereka (investor) memiliki pandangan beberapa faktor fundamental atau struktural. Struktural fundaemntal adaalah faktor yang harus diselesaikan untuk bisa meningkatkan optimisme investasi," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Inilah 4 Negara yang Paling Diuntungkan Perang Dagang China-AS



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X