Kejar hingga Sedot, Upaya Menahan Tumpahan Minyak di Laut Karawang

Kompas.com - 03/08/2019, 16:28 WIB
Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin (22/7/2019). Tumpahan minyak tersebut tercecer di sepanjang pantai Sedari hingga pantai Cemarajaya akibat kebocoran pipa proyek eksplorasi minyak milik Pertamina. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IBNU CHAZARWarga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin (22/7/2019). Tumpahan minyak tersebut tercecer di sepanjang pantai Sedari hingga pantai Cemarajaya akibat kebocoran pipa proyek eksplorasi minyak milik Pertamina.

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya menahan tumpahan minyak di Laut Karawang, pantai utara Jawa belum berhenti setelah terjadinya kebocoran sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) pada Juli 2019.

Hal ini dilakukan agar minyak yang keluar dari perut bumi tidak melebar ke perairan yang lebih luas. Sejumlah strategi pun dilalukan untuk menahan tumpahan minyak tersebut.

"Strategi proteksi berlapis di sekitar anjungan dan mengejar, melokalisir, serta menyedot ceceran minyak yang melewati batas sabuk oil boom di sekitar anjungan," tulis Pertamina dalam siaran persnya, Jakarta, Sabtu (3/8/2019).

Baca juga: Menteri Susi Minta Pertamina Pastikan Tumpahan Minyak Teratasi dengan Tuntas

Selain itu, PHE ONWJ juga menggandeng perusahaan berpengalaman di bidang well control yang telah terbukti sukses menangani kebocoran migas yang sama antara lain peristiwa di Teluk Meksiko.

Perusahaan itu bertugas untuk melakukan pengeboran Relief Well YYA-1RW sebagai upaya menghentikan gelembung gas yang terus keluar dari sumur YYA-1.

Pengeboran sumur telah dimulai jam 14.00 WIB pada Kamis (1/8/2019), atau 2 hari lebih cepat dari jadwal semula.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Atasi Tumpahan Minyak, Pertamina Berlakukan 7 Lapis Proteksi

Sampai Sabtu (3/8/2019) pukul 06.00 WIB, pengeboran sudah mencapai kedalaman 136 meter dan terus dilanjutkan sampai target kedalaman 2765 meter.

“Kegiatan mobilisasi rig ini dilakukan bersamaan dengan dilakukannya survey geohazard dan geotechnical , sehingga tidak ada waktu tunggu," kata VP Relations PHE Ifki Sukarya.

"Sementara itu beberapa pekerjaan persiapan bisa dilakukan secara simultan sehingga dapat mempercepat waktu tajak dua hari dari rencana awal,” sambung dia.

Baca juga: Atasi Tumpahan Minyak di Perairan Karawang, Pertamina Gunakan Dua Alat Ini

Sebelumnya, Pertamina mengajak para nelayan untuk membersihkan perairan Kawarang dari tumpahan minyak yang sampai ke pesisir.

Akibat kebocoran minyak itu, para nelayan tidak bisa melaut dan khawatir ikan-ikan di perairan Kerawang akan mati.

Sementara itu dilaporkan ribuan udang yang berada di tambak sekitar pesisir Kerawang mati karena air terkontaminasi tumpahan minyak.

Pertamina sudah berjanji akan memberikan ganti rugi kepada para petembak atas kerugian tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.