Listrik Masih Padam, PLN Mesti Sampaikan Informasi Aktual ke Publik

Kompas.com - 05/08/2019, 21:52 WIB
Kereta Listrik (KRL) terhenti karena listrik pada di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/8/2019). DEAN PAHREVI/KOMPAS.comKereta Listrik (KRL) terhenti karena listrik pada di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/8/2019).

KOMPAS.com - Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI) menilai PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN perlu memperbaiki reputasi dengan menyampaikan informasi teraktual kepada masyarakat soal pemadaman listrik.

Ketua APPRI Jojo S. Nugroho mengatakan, masyarakat membutuhkan informasi resmi dan teraktual untuk menghindari kesalahpahaman dari kesimpangsiuran informasi.

Presiden Joko Widodo tampak marah usai mendengar penjelasan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PLN Sripeni Inten Cahyani yang berbelit di Kantor Pusat Perusahaan Listrik Negara (PLN) Senin pagi (5/8/2019).

Menurut dia, pernyataan PLN tentang alasan padamnya aliran listrik baik kepada masyarakat maupun kepada presiden dengan bahasa teknis yang berbelit-belit menunjukkan bahwa tim komunikasi PLN tidak siap.

Baca juga: Usai Dengar Penjelasan Plt Dirut PLN, Jokowi Marah dan Langsung Pergi

Selain itu, imbuh dia, PLN tidak memiliki standard operating procedure (SOP) penangangan krisis komunikasi yang baik.

"Informasi berapa jam akan padam, dan ada masalah apa sebenarnya masyarakat tidak terinformasikan dengan jelas," ujar dia dalam pernyataan tertulis, Senin (5/8/2019).

Informasi aktual

Ia menjelaskan, PLN mestinya menunjukkan kinerja timnya untuk membuat pasokan listrik kembali normal.

Bukan hanya itu, kata dia, perusahaan pelat merah itu juga perlu menyampaikan informasi secara berkala kepada media massa maupun lewat media sosial.

"Tidak perlu terlalu banyak janji, yang penting masyarakat tahu PLN bekerja untuk pemulihan listrik dan informasikan sejelasnya jika ada pemadaman bergilir lewat media massa dan akun medsos resmi PLN," kata dia.

Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terdampak listrik mati di sejumlah wilayah di Jawa pada Minggu (4/8/2019).

Baca juga: Listrik Padam, Omzet UMKM Ambruk 75 Persen

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun menjelaskan, omzet UMKM ambuk hingga 75 persen akibat hal itu, dilansir Kompas.com, Senin (5/8/2019).

Padamnya aliran listrik juga memiliki efek bola salju ke pelayanan publik lainnya, seperti MRT, air minum PAM, provider telekomunikasi, dan commuter line.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X