KILAS

Galakkan Program Serasi, Kementan Buat Road Map Pergiliran Ekskavator

Kompas.com - 28/08/2019, 08:00 WIB
(Kanan-kiri) Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, dan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy saat Rakor Percepatan Kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan Serasi 2019 di Hotel Harpper, Palembang, Sumsel, Selasa (27/8/2019). DOK. Humas Kementerian Pertanian RI(Kanan-kiri) Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, dan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy saat Rakor Percepatan Kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan Serasi 2019 di Hotel Harpper, Palembang, Sumsel, Selasa (27/8/2019).

Banyuasin 82.559 ha dengan 67 ekskavator, Muba 35.143 ha (12 ekskavator), OKI 67.948 ha (19 ekskavator), Ogan Ilir 1.200 ha serta oku timur 4.000 ha (6 ekskavator).

Kemudian Muratara 1.000 ha (3 ekskavator), Pali 5.850 ha (2 ekskavator), OKU 300 ha (1 ekskavator) dan Muara Enim 2.000 ha (3 ekskavator).

Turunkan angka kemiskinan

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang hadir dalam rakor menyatakan, sektor pertanian merupakan salah satu potensi yang dapat menurunkan angka kemiskinan di Sumsel.

Provinsi ini mendapatkan kuota lebih kurang 200.000 ha dalam Program Serasi dan hampir separuh lokasinya berada di Kabupaten Banyuasin yang kondisi alamnya rawa dan lebak.

"Saat ini Sumsel menjadi penyumbang pangan terbesar kelima di Indonesia. Dengan adanya program Serasi ini, target berikutnya ada di posisi ketiga," ujar Herman Deru.

Ia pun menyambut baik adanya terobosan Kementan yang telah merealisasikan program Serasi di Sumsel. Herman optimistis program ini akan membawa kesejahteraan bagi petani Sumsel.

Baca juga: Gubernur Sumsel Apresiasi Program Serasi yang Dijalankan Kementan

"Melalui program ini, kami berharap ada peningkatan produksi, jika sebelumnya 7 ton per hektar naik menjadi 8 ton per hektar. Saya ajak petani untuk menggunakan teknologi, salah satunya penggunaan alat ukur PH air dan tanah sebelum menanam benih," jelasnya.

Di tempat yang sama, Menteri Pertanian ( Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, tahap pertama optimasi bantuan Alsintan akan dilakukan terhadap sekitar 200.000 ha lahan.

Nantinya lahan tersebut akan ditanami padi varietas baru yang dikatakan cocok untuk tanah rawa.

"Kalau di Sumsel ini optimasi lahan rawa pasang surut seluas 200.000 ha jadi (berjalan), akan meningkatkan pendapatan Provinsi Sumsel hingga Rp 12 triliun," ungkap Mentan Amran.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X