KILAS

Melalui PT Gagas, PGN Mulai Pasok Gas untuk Industri Garam di Madura

Kompas.com - 05/09/2019, 09:56 WIB
Para petugas dari PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) yang merupakan anak usaha dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sedang mengecek jalur distribusi gas. DOK. Humas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN)Para petugas dari PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) yang merupakan anak usaha dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sedang mengecek jalur distribusi gas.

 


KOMPAS.com
- PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) yang merupakan anak PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN), mulai Juli lalu telah melayani penyaluran gas di sektor industri di pulau Madura, Jawa Timur.

"Gas bumi dari Gagas sudah melayani salah satu perusahaan garam terbesar di Madura. Ini merupakan langkah awal PGN untuk terus menyebarkan manfaat energi baik gas bumi ke berbagai segmen pasar di Indonesia," jelas Sekretaris PGN Rachmat Hutama, di Jakarta Kamis (5/9/2019), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Perusahaan garam yang mulai menggunakan Gaslink produk PT Gagas adalah PT Garsindo Anugerah Sejahtera (Garsindo) di Kabupaten Sumenep.

Perlu diketahui, produksi garam dari Garsindo selama ini digunakan untuk memasok bahan produksi dari PT Garam, sebuah BUMN yang fokus memproduksi garam di Indonesia.

Baca juga: PGN Siap Suplai Gas untuk Ibu Kota Baru

Lebih lanjut, Rachmat menuturkan, penggunaan gas bumi oleh Garsindo lantaran sumber energi bersih ini mampu memberikan kualitas bahan baku yang lebih baik. Selain itu, potensi penghematan yang dihasilkan dari penggunaan Gaslink minimal 10 persen.

"Efisiensi dan ramah lingkungan menjadikan Gaslink jadi pilihan Garsindo sebagai bahan bakar utama proses produksi untuk pabrik kedua mereka di Sumenep. Hal ini menjadi bukti bahwa manfaat gas bumi mampu menciptakan daya saing dan manfaat berlebih kepada sektor usaha," tutur dia. 

Sebelumnya, pabrik pertama Garsindo yang berada di Gresik juga telah terlebih dahulu merasakan energi baik dari Gaslink.

Garam produksi PT Grasindo Anugerah SejahteraDOK. Humas PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN Garam produksi PT Grasindo Anugerah Sejahtera

Perluas penyaluran di Madura

Direktur Utama Gagas, Sabaruddin mengungkapkan untuk mendukung program go green dan langit biru, dalam waktu dekat Gagas akan terus memperluas penyaluran Gaslink di beberapa kabupaten di wilayah Madura.

Hadirnya Gaslink, yang dapat memberikan efisiensi bagi pelaku industri, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor industri kecil dan menengah di pulau Madura.

"Kami akan terus melakukan inisiatif agar produk Gaslink dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di Madura. Upaya ini sejalan dengan program Pemprov Jatim yang ingin mengembangkan industri di Madura, dimana salah satunya adalah pengembangan industri garam," jelas Sabaruddin.

Rachmat Hutama mengatakan, sebagai subholding gas, PGN akan terus mendorong penggunaan gas bumi melalui pembangunan dan pengembangan berbagai infrastruktur gas.

Baca juga: Raih Pendapatan Rp 25,4 Triliun, PGN Siap Optimalkan Penggunaan Gas

Apalagi sebagai energi bersih yang aman, ramah lingkungan dan efisien, gas bumi terbukti mampu mendorong daya saing sektor industri nasional.

Di berbagai daerah banyak sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), seperti warung bakso, warung nasi jamblang, pengusaha bakpia hingga industri genteng yang telah beralih pakai gas bumi.

"Gas Bumi merupakan salah satu energi yang dapat memberikan efisiensi, bersih dan aman dibandingkan bahan bakar fosil lainnya. PGN akan terus mengembangkan berbagai infrastruktur agar manfaat gas bumi makin banyak dinikmati oleh masyarakat dan sektor usaha di berbagai daerah," kata Rachmat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X