Mulai September, 9 Terminal Peti Kemas Ini Terapkan Sistem Online

Kompas.com - 07/09/2019, 16:01 WIB
Ilustrasi kapal barang. SHUTTERSTOCKIlustrasi kapal barang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan ekspor impor di sembilan terminal peti kemas telah menerapkan sistem Delivery Order (DO) online. Kesembilan terminal peti kemas tersebut, yakni Terminal Bagendang, Bumiharjo, Lembar, Benoa, Batulicin, Kupang, Maumere, Bima dan Badas.

Penerapan DO online ini diyakini dapat meningkatkan kelancaran arus barang, menurunkan biaya logistik di pelabuhan dan memberikan kemudahan kepada pengguna jasa dalam melakukan permohonan pengeluaran barang.

“Keamanan atas data juga terjamin dari pemalsuan, karena dokumen DO di-entry langsung oleh perusahaan pelayaran sebagai pihak yang bertanggung jawab mengeluarkan dokumen,” ujar Direktur Utama PT Pelindo III Doso Agung dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/9/2019).

Doso Agung menambahkan, sistem DO Online ini mampu menyederhanakan prosedur pelayanan menjadi lebih cepat dan murah. Sehingga pada akhirnya mampu menurunkan biaya logistik di pelabuhan.

Pola operasi DO Online berawal dari agen pelayaran mengunggah DO Online melalui aplikasi anjungan (IBS). Atas informasi yang diterima dari Agen Pelayaran, Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) melakukan permohonan pengambilan petikemas.

Selanjutnya, JPT akan melakukan pengecekan kesesuaian informasi meliputi nomor petikemas, nomor DO Online dan tertagih. Apabila sudah benar maka JPT dapat melanjutkan pencetakan job order (JO).

Job Order tersebut menjadi dokumen yang akan dibawa driver truck untuk dapat memasuki pelabuhan atau terminal untuk mengambil petikemas. Apabila DO Online telah melebihi batas waktu, maka JPT dapat melakukan permohonan perpanjangan kepada agen pelayaran dan selanjutnya agen pelayaran akan melakukan proses perpanjangan.

Khusus bagi layanan DO Online peti kemas domestik, perusahaan pelayaran cukup mengunggah dokumen dengan format yang telah ditentukan melalui aplikasi Anjungan (anjungan.pelindo.co.id). Selanjutnya sistem akan melakukan validasi kesesuaian antara dokumen excel yang di-upload dengan nomor kontainer yang ditunjuk.

“Dengan adanya Sistem DO Online, proses layanan pengeluaran peti kemas dari terminal menjadi lebih lancar. Karena verifikasi dokumen dilakukan secara otomatis,” kata Doso.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X