Kembangkan Kapal Riset Nasional, Susi Gandeng LIPI

Kompas.com - 10/09/2019, 14:33 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan sambutan pada acara Festival Pulo Duo 2019 yang dilaksanakan dari tanggal 25 hingga 28 Juli 2019 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Dok. KemenparMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan sambutan pada acara Festival Pulo Duo 2019 yang dilaksanakan dari tanggal 25 hingga 28 Juli 2019 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI) untuk bersinergi dalam pengembangan kapal riset nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, penandatanganan MoU menjadi langkah paling penting dalam sebuah kerja sama untuk menyatukan komitmen dan menegakkan birokrasi antar pihak.

"Mou antara instansi memang seharusnya dilakukan untuk mempermudah birokrasi maupun sebagai wadahnya. Supaya ke depannya lebih mudah dan tinggal jalan saja," kata Menteri Susi Pudjiastuti di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Sementara itu, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko menuturkan, riset kapal nasional ini telah disetujui oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bappenas.

Baca juga: Jaga Keamanan Laut dari Terorisme, Susi Gandeng BNPT

Sebab, riset kapal nasional merupakan salah satu riset mendasar yang harus dikembangkan, mengingat Indonesia merupakan negara maritim.

"Tanpa riset kita tidak akan tahu potensi laut kita karena terlalu luas dan dalam. Dengan riset, kita bisa mengeksplorasi lautan hingga ocean going. Juga mampu memitigasi bencana alam, seperti tsunami," kata Laksana di kesempatan yang sama.

Ia menyebut, nantinya kapal riset nasional ini akan ditempatkan di dua wilayah, yaitu di wilayah barat dan timur Indonesia. Wilayah barat yang ditentukan LIPI adalah Jakarta, sementara wilayah timur adalah Ambon.

"Tapi yang menjadi kendala adalah pelabuhan untuk riset kapalnya ini. Di Jakarta kami sedang mencari pelabuhan khusus riset kapal. Kalau di Ambon kami memutuskan untuk keluar dari area Teluk Ambon, karena area itu sudah terkontaminasi oleh sedimen di daratan. Kami di Ambon sedang mencari lahan tukar guling, inginnya sih di dekat pangkalan TNI AL," papar Laksana.

Baca juga: Banyak Kapal Vietnam Masuk ZEE Indonesia, Ini yang Dilakukan Menteri Susi

Terkait tender, Laksono menjelaskan pihaknya akan membuka tender dalam waktu dekat. Nantinya, kapal ini akan dikelola oleh swasta sehingga tidak memberatkan APBN meski tidak profit oriented.

Melalui penandatangan kerja sama ini, dia berharap pemanfaatan kapal riset bisa secepatnya dimanfaatkan oleh publik. Pun menjadi pembuka pintu untuk kemajuan RI.

"Sehingga ke depan kita bisa membuat mitigasi bencana, kita tahu di mana sensor-sensor pembaca tsunami itu harusnya ditempatkan. Kami berharap dengan nota kesepahaman kualitasnya bisa segera kita lakukan dalam bentuk yang lebih riil demi kemajuan masyarakat Indonesia di masa depan," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X