Menaker: 4 dari 10 Hambatan Investasi Ada di Ketenagakerjaan

Kompas.com - 23/09/2019, 18:17 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di Jakarta, Senin (23/9/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di Jakarta, Senin (23/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan, salah satu penghambat investasi masuk ke Indonesia ada di bidang ketenagakerjaan. Para investor menilai hukum ketenagakerjaan Indonesia kurang kompetitif.

“Karena empat dari sepuluh hambatan investasi ada ditingkat tenagakerjaaan. Nah mau enggak mau kita harus dorong agar pasar kerja ini lebih fleksibel,” ujar Hanif di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Hanif menilai, ekosistem ketengakerjaan di Indonesia terlalu kaku. Bahkan, Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia kalah dari Vietnam.

Atas dasar itu, para investor lebih tertarik menanamkan modalnya di Vietnam dibandingkan di Indonesia.

“Ekosistem ketenagakerjaan kita sangat kaku, sangat tidak kompetitif. Misalnya ICOR-nya kita 6,3, Vietnam 4,3. 6,3 sama 4,3, itu kita sudah nggak kompetitif karena ICOR terkait masalah produktivitas," kata Hanif.

Baca juga: Revisi UU Ketenagakerjaan, Investor Asing Perlu Iklim Usaha yang Kondusif

Tak hanya itu, para investor, lanjut Hanif, menilai jam kerja tenaga kerja di Indonesia tak kompetitif dibandingkan negara lain. Belum lagi, tenaga kerja di Indonesia lebih banyak libur dibandingkan negara lainnya.

“Urusan hari libur aja kita ini enggak kompetitif, liburnya banyak, libur mulu. Ngomong jam kerja kita enggak kompetitif. Di seluruh negara ASEAN jam kerjanya 48 jam per minggu, Indonesia berapa? 40 jam, itu sudah enggak kompetitif,” ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X