Anda Generasi Sandwich? Begini Caranya Menentukan Prioritas Keuangan

Kompas.com - 26/09/2019, 15:19 WIB
Ilustrasi ThinsktockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi generasi sandwich tentu terlalu banyak tanggungan yang dibebankan kepada Anda. Bagi milenial, hasil gajinya mesti dibagi dua pos pengeluaran besar, yakni untuk keluarga dan untuk diri sendiri.

Lain lagi bagi yang sudah berkeluarga, selain memenuhi kebutuhan orang tua yang selama ini berjuang untuk Anda, Anda juga mesti berjuang untuk masa depan anak Anda. Pun berjuang agar anak Anda tidak menjadi generasi sandwich seperti Anda.

Namun, sebenarnya ada cara-cara menentukan prioritas kekuangan bagi Anda generasi sandwich.

Blogger dan perencana keuangan Rahne Putri mengatakan, cara pertama menentukan prioritas kembali lagi ke kepentingan Anda dan pasangan. Memang semua hal terasa penting, tapi hal itu bisa diolah lagi mana yang darurat mana yang masih bisa ditunda.

Baca juga: Ini Solusi Bagi Sandwich Generation

Cara mengetahuinya adalah menyusun rencana atau skala prioritas bersama pasangan, misalnya untuk membeli rumah, membeli kendaraan, pendidikan anak, atau dana-dana lainnya.

"Masing-masing keluarga punya kebutuhan yang berbeda. Apa sih yang terpenting? Susun prioritasnya bersama suami atau istri," kata Rahne Putri di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Rahne menyarankan, bagi generasi sandwich yang telah berkeluarga seperti dirinya bisa juga mencicil tempat tinggal ketimbang mengontrak. Dengan membeli rumah tinggal, berarti Anda berinvestasi di masa depan.

"Saya sih percaya tempat tinggal dulu karena saya generasi sandwich. Jadi saya beli rumah dulu, kalau ngontrak uang saya jadi hilang," ungkapnya.

Baca juga: Kini Hadir Produk Asuransi Khusus untuk Generasi Sandwich

Atau bagi Anda yang telah memiliki rumah, cobalah cari prioritas lain yang tidak kalah penting, seperti kendaraan. Dengan kendaraan, Anda bisa mengirit ongkos bulanan dan lebih fleksibel saat hendak pergi ke manapun.

Tidak hanya menentukan prioritas, kata Rahne, Anda juga mesti membuat skala jangka panjang dan jangka pendek dalam setiap keputusan yang dibuat.

"Dibuat skalanya. Skala jangka panjang dan skala jangka pendek. Pilih yang urgent baru setelah itu pilih yang penting tapi bisa ditunda. Karena kalau cuma penting, ya semua juga penting," pungkas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X