Utang Pemerintah Capai Rp 4.680 Triliun, Begini Strukturnya

Kompas.com - 30/09/2019, 16:04 WIB
ilustrasi rupiah thikstockphotosilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com – Jumlah utang pemerintah terus membengkak dalam 5 tahun terakhir. Hingga akhir Agustus 2019, angkanya sudah mencapai Rp 4.680 triliun, atau 29,8 pesen dari PDB nasional.

Padahal pada akhir 2014 lalu, utang pemerintah ada di angka Rp 2.608 triliun. Artinya, sudah ada kenaikan Rp 2.072 triliun utang pemerintah dalam 5 tahun terakhir.

Dilihat lebih dalam, utang pemerintah memiliki struktur. Utang pemerintah terdiri dari utang yang berasal dari pinjaman dan Surat Berharga Negara ( SBN).

Total utang pemerintah yang berasal dari pinjaman sebesar Rp 798,3 triliun. Pinjaman berasal dari dalam negeri sebesar Rp 7,7 triliun, sementara pinjaman luar negeri sebesar Rp 790,6 triliun.

Baca juga: Kembali Naik, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 5.534 Triliun

Dikutip dari buku APBN KiTA, Senin (30/9/2019), pinjaman luar negeri berasal dari pinjaman bilateral Rp 316,4 triliun, pinjaman multilateral Rp 435,1 triliun, dan pinjaman dari bank komersial Rp 39,3 triliun.

Sedangkan utang yang berasal dari SBN sebesar Rp 3.882 triliun.

Strukturnya yakni utang domestik sebesar Rp 2.883,4 triliun yang terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) Rp 2.343,6 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp 489,8 triliun.

Selain itu, SBN juga terdiri dari utang valas dengan total Rp 1.032,6 triliun. Utang valas ini terdiri dari SUN Rp 832 triliun dan SBSN sebesar Rp 216,4 triliun.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pemerintah akan terus menambah utang lantaran kebutuhan belanja negara yang semakin besar.

Ini mulai dari anggaran pendidikan, kesehatan, jaminan sosial hingga pembangunan infrastruktur.

Pada 2020, pemerintah sudah merencanakan penarikan utang sebesar Rp 307,2 triliun. Angka ini sudah ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X