Pengakuan Sri Mulyani, Isu Kenaikan Utang Paling Buat Resah

Kompas.com - 01/10/2019, 14:42 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan sambutan pelantikan 25 pejabat eselon II di Kantor Kemenkeu,Jakarta, Senin (9/9/2019) Dokumen Biro KLI Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan sambutan pelantikan 25 pejabat eselon II di Kantor Kemenkeu,Jakarta, Senin (9/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui kalau isu kenaikan utang selalu menjadi yang paling meresahkan.

Hal itu ia sampaikan di hadapan siswa-siawa SMA saat membuka Olimpiade APBN 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

"Sering tujuannya untuk tidak memberikan pengertian yang utuh. Sehingga masyarakat bingung, juga resah yang paling meresahkan contohnya utang, kenapa utang terus, nambah terus setiap tahun?" ujarnya.

Baca juga: Utang Syariah Pemerintah Dipakai Buat Apa Saja?

Keresahan itu muncul karena isu utang selalu disampaikan tidak utuh. Padahal kata dia, utang adalah salah satu instrumen pembiayaan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Lantaran hanya utang yang kerap disorot, Sri Mulyani menilai APBN hanya dipahami secara sepotong-sepotong.

Sri Mulyani menganalogikan APBN ibarat gajah yang dideskripsikan sepotong-sepotong.

"Orang bicara gajah, ada yang mendeskripsikan kakinya, buntutnya, badannya, gadingnya. APBN itu sama seperti itu," kata dia.

Selain utang, isu lain yang selalu disorot dari Kemenkeu yakni pajak dan kebijakan bea cukai.

Baca juga: Utang Pemerintah Capai Rp 4.680 Triliun, Begini Strukturnya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X