Kompas.com - 11/10/2019, 07:57 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut survei Bank of America, 28 persen milenial akan memisahkan rekening bank dengan pasangan usai menikah.

Jumlah itu dua kali lipat lebih banyak ketimbang generasi sebelumnya, seperti generasi X dan generasi baby boomers.

Perilaku ini disinyalir karena milenial seringkali menyaksikan secara langsung betapa sulitnya membagi aset usai menikah dan hendak bercerai.

Namun, ada beberapa cara untuk melindungi diri Anda jika terjadi perceraian, tak peduli dimanapun Anda tinggal. Terutama jika Anda memiliki banyak uang atau properti ke dalam pernikahan.

Baca juga: Menikah, Lebih Baik Bikin Rekening Bersama atau Tidak?

1. Buat perjanjian pra-nikah

Penasihat keuangan dan analis keuangan perceraian Laurie Itkin mengatakan, membuat perjanjian pra-nikah adalah cara terbaik dan termudah untuk melindungi aset Anda. Bahkan, semakin banyak kliennya beralih ke solusi ini.

Menurut survei American Academy of Matrimonial Lawyers, hampir 2/3 pengacara mengatakan, mereka telah melihat peningkatan jumlah pasangan yang menggunakan perjanjian pranikah dalam beberapa tahun terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peningkatan ini khususnya dalam kalangan milenial yang baru menjajaki dunia pernikahan.

Manfaat lainnya dari membuat perjanjian pra-nikah adalah Anda akan mengetahui posisi keuangan pasangan Anda. Pasangan akan dipaksa untuk berbicara soal keuangannya.

Baca juga: Mengelola Keuangan Lajang Vs Menikah, Cek Tipsnya

Pengacara Hukum Keluarga dan mediator Susan Guthrie menambahkan, Anda juga bisa mengubah atau memodifikasinya sesuai keputusan bersama dengan catatan tetap melindungi aset.

"Anda selalu dapat mengubahnya atau memodifikasinya," kata Susan Guthrie dikutip CNBC, Jumat (11/10/2019).

2. Simpan laporan rekening

Jika Anda keberatan membuat perjanjian pra-nikah, ada cara lain. Guthrie menyarankan Anda mencetak atau menyimpan salinan digital dari semua laporan akun Anda selama sebulan sebelum Anda menikah. 


Dengan begitu, Anda tahu persis berapa aset yang Anda bawa ke dalam pernikahan.

"Juga memiliki bukti jika Anda perlu membagi semuanya saat perceraian terjadi," ucap Guthrie.

3. Pisahkan warisan

Jika Anda menerima warisan saat menikah, Anda harus memisahkannya sepenuhnya.

"Anda mungkin tergoda untuk, misalnya, memperbaiki dapur Anda atau mengambil proyek perbaikan rumah yang sudah lama ditunggu-tunggu. Tetapi jika Anda melakukannya, uang itu biasanya dianggap "campur aduk" dan sulit untuk mengklaimnya sebagai milik Anda," ujar Guthrie.

Itkins menambahkan, usahakan selalu melacak darimana uang itu berasal. Karena mungkin 10 hingga 20 tahun ke depan Anda akan sulit untuk melacaknya, otomatis akan lebih sulit mengklaim uang itu sebagai milik Anda.

 

Baca juga: Percaya atau Tidak, Menikah itu Bikin Kaya Lho...

4. Kelola uang secara nyaman

Pada akhirnya, Guthrie mengatakan Anda perlu mengelola keuangan Anda dengan cara yang nyaman bagi Anda. Pisahkan mana yang harusnya dipisah, gabungkan mana yang harusnya digabung.

"Jangan percaya bila menjaga keuangan sepenuhnya terpisah dari pasangan, akan memberi Anda banyak perlindungan jika hubungan berakhir dengan perceraian," ujarnya.



Sumber CNBC
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.