Simak Pentingnya Memiliki Catatan Keuangan Untuk Usaha

Kompas.com - 11/10/2019, 19:51 WIB
Ilustrasi Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudiosIlustrasi

JAKARTA,KOMPAS.com - Ternyata memiliki catatatan keuangan untuk kegiatan usaha yang Anda jalani sangatlah penting, seperti apa pentingnya? 

Masalah utama yang seringkali dijumpai ketika mengelola keuangan untuk usaha dan keuangan pribadi adalah, mencapuri keduanya. 

"Jadi, mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha (yang dijalankan) itu nantinya akan merusak kesehatan keuangan pribadi Anda," ucap Financial Advisor dari Integrita, Ghita Argasasmita di Jakarta Jumat (11/10/2019)

Hal-hal lain yang menjadi masalah ketika Anda tidak memiliki catatan keuangan adalah Anda tidak mengetahui pasti kondisi usaha Anda.

Anda akan salah mengenakan harga produk hingga tidak siap ketika usaha yang dijalankan dilanda musibah. 

Baca juga : Mau Sukses Berbisnis di Era Digital? Simak 6 Pilar Teknologi Ini

Ghita menjelaskan lebih lanjut, ketika seseorang memiliki catatan atau laporan keuangan mengenai usaha yang anda jalani atau miliki Anda akan lebih mudah memantau kondisi keuangannya.

"Kalau ada catatan keuangan, bisa dilihat uang pemasukan dan pengeluaran ini berimbang atau tidak? sisa uang yang kita miliki berapa? nanti jangan-jangan pengeluarannya lebih banyak daripada pemasukannya," kata Ghita.

Gampang Beri Diskon 

Ia juga mengingatkan bahwa banyak pelaku usaha yang seringkali memberikan diskon kepada teman atau kerabatnya tanpa berfikir soal balik modal atau tidak. Dengan adanya laporan keuangan, Anda bisa melihat berapa modal yang dikeluarkan dan berapa diskon barang atau jasa yang pantas anda berikan. 

Lalu untuk menghadapi kondisi sulit apa yang harus disiapkan?

Menjalankan usaha tentu ada pasang surutnya, namun Anda bisa mengantisipasinya dengan menyediakan dana darurat. 

"Ini dia pentingnya punya laporan keuangan, karena kalau kita mencatat semuanya di situ akan terlihat rata-rata beban produksi kita berapa per bulannya. Nah dilihat dari rata-rata itu kita kalikan enam untuk dana darurat," kata Ghita.

Contoh, beban produksi rata-rata bulanan Anda sebesar Rp 10 juta maka dana darurat yang harus Anda siapkan adalah Rp 60 juta. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X