Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kurs Mata Uang Thailand ke Rupiah Sekarang

Kompas.com - 22/04/2024, 13:27 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Nilai tukar mata uang Thailand ke rupiah Indonesia relatif berfluktuasi dari waktu ke waktu. Sebutan untuk mata uang yang dipakai di Negeri Gajah Putih ini adalah baht.

Satu baht terbagi menjadi 100 satang atau sen. Kode mata uang internasionalnya adalah THB.

Untuk nilai kurs mata uang Thailand ke rupiah saat sekarang per 2024 dari beberapa situs money changer, setiap 1 baht setara dengan Rp 438.

Mata uang Thailand ke rupiah kalkulator BI

Sementara bila mengacu pada laman Kalkulator Online Bank Indonesia (BI), dengan menggunakan kurs tengah mata uang Thailand ke rupiah, setiap 1 baht sama dengan Rp 441.

Baca juga: Mata Uang Spanyol Sebelum dan Setelah Gabung Uni Eropa

Sementara bila menggunakan kurs jual, atau bila kita hendak menukarkan rupiah ke baht ke tempat penukaran mata uang asing, setiap 1 baht dihargai Rp 455.

Sebaliknya untuk kurs beli, atau bila kita hendak menukarkan baht ke rupiah, maka setiap 1 baht dihargai Rp 427.

Mata uang Thailand ke rupiah dengan gambar raja yang berkuasa sekarang.Situs Bank of Thailand Mata uang Thailand ke rupiah dengan gambar raja yang berkuasa sekarang.

Berikut contoh lainnyakonversi kurs mata uang Thailand ke rupiah:

Bila menggunakan kurs tengah BI, maka jawabannya masing-masing adalah:

  • 20 baht setara Rp 8.830
  • 50 baht setara Rp 22.075
  • 100 baht setara Rp 44.150
  • 1.000 baht setara Rp 441.500
  • 20.000 baht setara Rp 8.830.000
  • 50.000 baht setara Rp 22.075.000
  • 100.000 baht setara Rp 44.150.000

Untuk diketahui saja, Bank of Thailand sebagai bank sentral negara itu memiliki kewenangan eksklusif untuk menerbitkan mata uang di Thailand, uang kertas diterbitkan dalam jumlah mulai dari 10 hingga 1.000 baht.

Baca juga: Daftar 11 Mata Uang Negara ASEAN, Nilai Tukar, dan Gambarnya

Sisi depan setiap uang kertas dihiasi gambar raja Thailand yang sedang berkuasa, disertai simbol lain, seperti stempel kerajaan.

Di sisi sebaliknya mata uang negara Thailand terdapat berbagai gambar yang terkait dengan sejarah Thailand.

Misalnya, uang kertas mata uang negara Thailand 500 baht menunjukkan kuil dan patung Rama III, yang memerintah dari tahun 1824–51, dan uang kertas 50 baht menggambarkan patung Chulalongkorn (Rama V), raja Siam dari tahun 1873 hingga 1910.

Sejak tahun 1956, Bank of Thailand terus mengatur dan mengelola mata uang Baht. Mata uang ini telah mengalami beberapa devaluasi dan revaluasi sepanjang sejarahnya, seiring dengan perubahan ekonomi dan politik di Thailand dan di dunia.

Ilustrasi kurs mata uang Thailand ke rupiah.Situs Bank of Thailand Ilustrasi kurs mata uang Thailand ke rupiah.

Baca juga: Mengenal Mata Uang Argentina dan Nilai Tukar ke Rupiah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Investasi ORI atau SBR? Ini Perbedaannya

Investasi ORI atau SBR? Ini Perbedaannya

Work Smart
Rincian Harga Emas Antam Senin 27 Mei 2024, Naik Rp 2.000 Per Gram

Rincian Harga Emas Antam Senin 27 Mei 2024, Naik Rp 2.000 Per Gram

Spend Smart
IHSG Menghijau, Rupiah Melemah ke Level Rp 16.026

IHSG Menghijau, Rupiah Melemah ke Level Rp 16.026

Whats New
Produsen Elektronik Sebut Aturan Permendag 8/2024 Bisa Bikin RI Kebanjiran Produk Impor

Produsen Elektronik Sebut Aturan Permendag 8/2024 Bisa Bikin RI Kebanjiran Produk Impor

Whats New
Ajinomoto Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Ajinomoto Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Work Smart
Harga Bahan Pokok Senin 27 Mei 2024, Harga Ikan Tongkol dan Ikan Kembung Naik

Harga Bahan Pokok Senin 27 Mei 2024, Harga Ikan Tongkol dan Ikan Kembung Naik

Whats New
Transisi Jadi BUS, BTN Syariah Perkuat Fondasi Bisnis

Transisi Jadi BUS, BTN Syariah Perkuat Fondasi Bisnis

Whats New
Tak Cukup dengan Penurunan Kemiskinan Ekstrem

Tak Cukup dengan Penurunan Kemiskinan Ekstrem

Whats New
IHSG Diperkirakan Sentuh 'All Time High' Hari Ini, Berikut Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diperkirakan Sentuh "All Time High" Hari Ini, Berikut Rekomendasi Sahamnya

Earn Smart
Kemenhub Bahas Tarif LRT Jabodebek Pekan Ini, Promo Bakal Berlanjut?

Kemenhub Bahas Tarif LRT Jabodebek Pekan Ini, Promo Bakal Berlanjut?

Whats New
Blibli Hadirkan Promo Kosmetik dan 'Skincare', Ada 'Cashback' 100 Persen

Blibli Hadirkan Promo Kosmetik dan "Skincare", Ada "Cashback" 100 Persen

Spend Smart
[POPULER MONEY] Cara Cek Sertifikat Tanah secara Online | Penjelasan Super Air Jet soal Pesawat Keluar Landasan

[POPULER MONEY] Cara Cek Sertifikat Tanah secara Online | Penjelasan Super Air Jet soal Pesawat Keluar Landasan

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Diprediksi Tak Lebih dari 6,25 Persen hingga Akhir 2024

Suku Bunga Acuan BI Diprediksi Tak Lebih dari 6,25 Persen hingga Akhir 2024

Whats New
Pasar Obligasi Melemah pada April 2024, Bagaimana Potensinya ke Depan?

Pasar Obligasi Melemah pada April 2024, Bagaimana Potensinya ke Depan?

Earn Smart
Penjelasan Lengkap BPJS Kesehatan soal Ikang Fawzi Antre Layanan Berjam-jam

Penjelasan Lengkap BPJS Kesehatan soal Ikang Fawzi Antre Layanan Berjam-jam

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com