1.724 Desa di Papua Masih Gelap Gulita

Kompas.com - 18/10/2019, 19:40 WIB
Ilustrasi listrik, ilustrasi listrik, meteran listrik ShutterstockIlustrasi listrik, ilustrasi listrik, meteran listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Provinsi Papua dan Papua Barat belum semuanya bisa menikmati listrik di 2019 ini. Saat ini rasio elektrifiksi di kedua provinsi tersebut masih 95,75 persen.

Rinciannya, rasio elektrifikasi sebesar 94,28 persen untuk Provinsi Papua dan 99,99 persen untuk Provinsi Papua Barat.

“Masih ada sekitar 1.724 desa yang gelap gulita (di Papua), dari jumlah desa sebanyak 7.358,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi F.X. Sutijastoto di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Sutijastoto menjelaskan, wilayah Papua dan Papua Barat belum semuanya tersambung listrik karena terkendala letak geografisnya. Tak hanya itu, infrastruktur pendukungnya pun masih terbatas.

“Oleh karena itu PLN meluncurkan Program 1.000 Renewable Energy for Papua sebagai tindak lanjut dari program Ekspedisi Papua Terang,” kata dia.

Sutijastoto mengapresiasi program yang diinisiasi PLN tersebut. Dia meyakini di tahun 2020 masyarakat Papua dan Papua Barat bisa menikmati listrik semuanya.

“Program ini kami pandang tepat untuk melistrikan Papua, karena sebelumnya sudah dilakukan survei,” ucap dia.

Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) meluncurkan program ‘1.000 Renewable Energy for Papua’. Program ini merupakan tindak lanjut dari Ekspedisi Papua Terang yang melibatkan 165 mahasiswa pecinta alam dari lima kampus perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Ahmad Rofik mengatakan, program ini merupakan inisiatif PLN untuk mencapai target rasio elektriflkasi 100 persen pada tahun 2020.

Ahmad menjelaskan, dari hasil kajian survei PLN, ada empat alternatif pembangkit listrik EBT yang ditawarkan dalam Program 1.000 Renewable Energy for Papua. Keempatnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro; Tabung Listrik (Talis); Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm); serta PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

Rinciannya, 314 desa direncanakan untuk dilistriki menggunakan teknologi tabung listrik (Talis), 65 desa menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan Pikohidro (PLTPH).

Lalu, 158 desa akan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), 116 Desa dilistriki menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), 34 Desa dilistriki menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut, 184 desa akan diterangi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 151 set.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X