Ini yang Dirindukan Budi Karya Jika Tak Jadi Menteri Lagi

Kompas.com - 19/10/2019, 20:00 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di lingkungan Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019). KOMPAS.com/Devina HalimMenteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di lingkungan Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Budi Karya Sumadi mengaku mendapatkan pengalaman baru selama tiga tahun menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Budi ditunjuk jadi Menhub sejak Juli 2016 lalu untuk menggantikan Ignasius Jonan.

Karena mendapatkan pengalaman yang begitu banyak, Budi merasa ada tiga hal yang akan dirindukan jika dirinya tak jadi menteri lagi. Salah satunya, blusukan ke kota-kota di Indonesia.

“Yang paling dirindukan itu makan di pinggir jalan, dimana-mana, di kota-kota. Makanannya enak-enak,” ujar Budi di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Baca juga : Dongkrak Investasi dan Ekspor, Menhub Minta Pelaku Usaha Sinergi

Selain blusukan, Budi mengaku mendapat pelajaran berharga ketika menjadi seorang pejabat publik. Salah satunya soal kolaborasi antar-institusi dan lembaga dalam menyelsaikan sebuah persoalan.

“Nilai yang paling saya dapatkan (saat jadi menteri), suatu pekerjaan tidak mungkin dikerjakan sendiri. Kedua, pekerjaan itu harus berkomunikasi dgn masyarakat,” kata Budi.

Tak hanya itu, mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu juga mendapatkan pelajaran saat mengurusi soal mudik lebaran. Sebab, mudik lebaran mencakup hajat hidup orang banyak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Yang paling berkesan mudik Lebaran. Karena kita rencanakan selama satu tahun, intensif. Banyak perdebatan-perdebatan, dengan begitu kita justru kita bisa menemukan permasalahannya,” ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Whats New
[TREN BOLA KOMPASIANA] 'Playmaker In Chief' Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

[TREN BOLA KOMPASIANA] "Playmaker In Chief" Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

Rilis
Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Whats New
Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Whats New
Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Work Smart
Ciptakan 'Link and Match' Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Ciptakan "Link and Match" Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Rilis
Simak, Begini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Simak, Begini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Whats New
Daftar Perusahaan Gadai yang Terdaftar dan Barizin di OJK

Daftar Perusahaan Gadai yang Terdaftar dan Barizin di OJK

Spend Smart
[TREN FILM KOMPASIANA] 'Racket Boys', Menaikkan Pamor Bulutangkis Negeri Gingseng | 'Them', tentang Rasisme dan Kengeriannya

[TREN FILM KOMPASIANA] "Racket Boys", Menaikkan Pamor Bulutangkis Negeri Gingseng | "Them", tentang Rasisme dan Kengeriannya

Rilis
JICT Evaluasi Vendor Outsourcing yang Pekerjanya Terlibat Pungli

JICT Evaluasi Vendor Outsourcing yang Pekerjanya Terlibat Pungli

Whats New
Generali Bayar Klaim Terkait Covid-19 Senilai Rp 121 Miliar

Generali Bayar Klaim Terkait Covid-19 Senilai Rp 121 Miliar

Whats New
Langgar Ketentuan, KKP Amankan Kapal RI di Selat Makassar

Langgar Ketentuan, KKP Amankan Kapal RI di Selat Makassar

Whats New
Ini Strategi JICT Berantas Praktik Pungli

Ini Strategi JICT Berantas Praktik Pungli

Whats New
Pemerintah Janjikan Insentif Pajak untuk Barang-barang yang Selama Ini Kena PPN

Pemerintah Janjikan Insentif Pajak untuk Barang-barang yang Selama Ini Kena PPN

Whats New
Damri Mengalami Kerugian hingga Tangguhkan Pembayaran Upah dan THR

Damri Mengalami Kerugian hingga Tangguhkan Pembayaran Upah dan THR

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X