Kemenkeu: Defisit Anggaran 2019 Diperkirakan Melebar Jadi 2,2 Persen

Kompas.com - 25/10/2019, 13:01 WIB
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERADirektur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan melebar pada kisaran 2 hingga 2,2 persen terhadap PDB hingga akhir 2019.

Kondisi itu disebabkan oleh penerimaan negara yang lebih rendah dibandingkan belanja negara.

"Kami bicara pelebaran defisit anggaran 2 persen sampai 2,2 persen terhadap PDB. Sifatnya masih kisaran, karena ketidakpastian masih cukup tinggi," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Baca juga: Sri Muyani Akui Pemindahan Ibu Kota Tetap Bebani APBN

Besaran angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya yang sebesar 1,93 persen hingga akhir 2019.

Pelebaran defisit anggaran di APBN bisa terjadi bila realisasi belanja negara terus melojak, sementara penerimaan negara menurun atau tumbuh lebih kecil. 

Berdasarkan data terakhir yang dirilis Kemenkeu, defisit per akhir Agustus 2019 capai 1,24 persen dan angka ini lebih lebar dari defisit APBN 2018 pada periode yang sama yaitu sebesar 1,02 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kegiatan ekonomi di dalam negeri terlihat mengalami dampak dari pelemahan ekonomi global. Kondisi itu tecermin dari penerimaan pajak berbagai sektor usaha yang mengalami kontraksi hingga Agustus ini. 

"Kita akan terus kelola APBN dengan berhati-hati. Kita mendorong belanja agar bisa memberi manfaat pada masyarakat dan mendorong ekonomi. Namun, di sisi lain berhati-hati karena kita melihat pembayaran pajak dari perusahaan-perusahaan di berbagai sektor mengalami pelemahan," kata Sri Mulyani di Auditorium Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (24/10/2019).

Baca juga: Defisit Anggaran Terus Melebar, Akhir Tahun Diprediksi Lampaui UU APBN 2019



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X