Pendapatan AirAsia Indonesia Melonjak 66,5 Persen

Kompas.com - 01/11/2019, 13:28 WIB
Pesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintenance Facilities (GMF), Banten, Rabu (13/9/2017). Pemasangan gambar-gambar bertema pariwisata Indonesia ini bertujuan untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOPesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintenance Facilities (GMF), Banten, Rabu (13/9/2017). Pemasangan gambar-gambar bertema pariwisata Indonesia ini bertujuan untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) mengantongi pendapatan sebesar Rp 4,83 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Pendapatan emiten penerbangan ini melonjak 66,55 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,90 triliun.

Lonjakan pendapatan ini akhirnya melepaskan AirAsia Indonesia dari kerugian. CMPP meraup laba Rp 422,05 juta. Pada periode yang sama tahun lalu CMPP masih merugi Rp 639,16 miliar.

Pendapatan utama AirAsia Indonesia berasal dari penerbangan berjadwal, baik itu dari sisi penumpang, bagasi, kargo, dan pelayanan penerbangan. Pendapatan penumpang melonjak 73,48 persen menjadi Rp 3,99 triliun.

Pendapatan bagasi AirAsia naik 58,97 persen menjadi Rp 531,33 miliar. Sedangkan pendapatan kargo dan pelayanan penerbangan naik masing-masing 17,32 persen dan 23,25 persen.

Baca juga: Lepas Jabatan Dirut Indonesia AirAsia, Dendy Kurniawan Naik Jadi Komisaris Utama

Pendapatan ground handling dan jasa boga pun meningkat pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Adapun pendapatan segmen usaha wilayah Jakarta menyumbang Rp 2,03 triliun, kemudian Denpasar Rp 1,47 triliun, Surabaya Rp 750,69 miliar, Medan Rp 371,35 miliar, dan Lombok Rp 186,60 miliar.

Meningkatnya pendapatan juga diikuti dengan tumbuhnya beban usaha yang naik 30,05 persen menjadi Rp 4,76 triliun. Padahal pada kuartal III 2018 beban usaha AirAsia Rp 3,66 triliun.

Dengan begitu, CMPP mencatatkan laba usaha sebesar Rp 64,33 miliar, pada kuartal III 2018 perusahaan masih terbebani rugi usaha Rp 757,99 miliar. (Ika Puspitasari)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.ud dengan judul: Pendapatan AirAsia Indonesia (CMPP) melonjak 66,20% hingga kuartal ketiga 2019

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X