Pemerintah Pertimbangkan TPPI Menjadi BUMN

Kompas.com - 05/11/2019, 13:25 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (25/10/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah membuka opsi menjadikan PT Trans Pacifc Petrochemical Indotama (TPPI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Untuk itulah hari ini, Selasa (5/11/2019) dirinya melakukan rapat koordinasi mengenai optimalisasi TPPI.

Saat ini, saham TPPI sebesar 70 persen sudah dipegang oleh PT Pertamina Persero.

Di dalam rapat tersebut hadir Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati.

"Ini kita lihat dulu strukturnya, jadi kita bahas. Kan sudah menjadi bagian dari BUMN karena saham terbesarnya milik PT Pertamina (Persero). Nanti opsinya seperti apa kita lihat," ujar Airlangga ketika ditemui di kantornya, Selasa (5/11/2019).

Beberapa waktu yang lalu di Istana, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengusulkan untuk menjadikan TPPI sebagai BUMN.

Alasannya, karena kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk jadi pengembangan industri petrokimia.

Pemerintah akan menjadi pemegang saham mayoritas PT Tuban Petrochemical Industries (Tuban Petro) menjadi 95,5 persen dari 70 persen saat ini.

Keputusan pemerintah untuk mengambil alih mayoritas saham Tuban Petro yaitu untuk menyelesaikan kendala yang saat ini membelit perseroan yaitu masalah piutang.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X