Adidas Tutup Dua Pabrik Canggih Miliknya

Kompas.com - 13/11/2019, 05:59 WIB
Adidas meninggalkan Speedfactories yang dikelola robot di Ansbach, Jerman, dan Atlanta, Amerika Serikat. ADIDASAdidas meninggalkan Speedfactories yang dikelola robot di Ansbach, Jerman, dan Atlanta, Amerika Serikat.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Adidas menutup dua pabrik sepatu canggih di Jerman dan Amerika Serikat dan memindahkan produksinya ke Asia.

Dikutip dari CNN, Rabu (13/11/2019), produsen alat olahraga asal Jerman tersebut mengumumkan bahwa mereka akan menutup pabrik di dekat Ansbach, Jerman, dan Atlanta, Georgia. Fasilitas yang oleh Adidas disebut Speedfactories itu menggunakan teknologi otomatis untuk memproduksi sepatu kets.

Adidas berharap bisa membawa produksi sepatu lebih dekat ke konsumen dan memangkas emisi pengiriman. Tetapi sekarang memilih untuk menggunakan teknologi Speedfactory ke dua negara pemasok di Vietnam dan China.

Baca juga: Kisah Frank Wang, Menciptakan Drone DJI dari Kamar Asramanya

"Lebih dari 90 persen produk kami diproduksi di Asia. Lebih masuk akal untuk memusatkan produksi Speedfactories di mana pengetahuan dan pemasok berada," kata juru bicara Claudia Lange.

"Ini bukan karena alasan keuangan [dan lebih karena] alasan organisasi," kata Lange.

Adidas telah merencanakan jaringan global produksi otomatis yang akan membawa hasil sneaker buatannya lebih dekat ke pasar utamanya, sehingga memungkinkannya untuk merespon permintaan konsumen lebih cepat sambil mengurangi dampak lingkungannya.

"The Speedfactories telah berperan dalam memajukan inovasi manufaktur kami," kata kepala operasi global Adidas, Martin Shankland.

Perusahaan mengatakan bahwa produksi di dua Speedfactories yang ada, yang menargetkan satu juta pasang sepatu di antara mereka setiap tahun, akan berakhir paling lambat pada April 2020.

Baca juga: Kemenaker: Ada 20.000 Tenaga Kerja Bakal Tergantikan Oleh Robot

"Kami memproduksi lebih dari 400 juta pasang sepatu per tahun, sehingga keputusan itu tidak akan berdampak signifikan pada jejak karbon kami dan kami akan melanjutkan upaya kami untuk secara aktif mengurangi jejak karbon sebagai sebuah perusahaan," kata Lange.

Ketika digunakan di tempat lain, teknologi akan terus memungkinkan waktu produksi yang pendek. Tak hanya sepatu lalri namun juga produksi jenis alas kaki lainnya.

Perusahaan mengatakan akan melanjutkan kolaborasinya dengan Oechsler, operator kedua Speedfactories, di bidang pencetakan 4D.

"Di masa depan, Adidas akan lebih memusatkan sumber daya dan kapasitasnya untuk memodernisasi pemasok lain dan menggunakan teknologi 4D dalam produksi alas kaki," katanya.

Baca juga: Baru Dibuka Sehari, Ini Top Instansi dan Top Formasi CPNS 2019



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Profesi Utama Jadi Selingan | Mengenal Female Wedding Photographer | Dosen Di-'ghosting' Mahasiswa

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Profesi Utama Jadi Selingan | Mengenal Female Wedding Photographer | Dosen Di-"ghosting" Mahasiswa

Rilis
Lolos Gelombang 12, Ini Langkah untuk Memulai Pelatihan Kartu Prakerja

Lolos Gelombang 12, Ini Langkah untuk Memulai Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
Gelombang 13 Kartu Prakerja Bakal Dibuka Kamis Besok Pukul 12.00 WIB

Gelombang 13 Kartu Prakerja Bakal Dibuka Kamis Besok Pukul 12.00 WIB

Whats New
Kemenaker: Implementasi Program JKP Indonesia Lebih Cepat Dibanding Malaysia

Kemenaker: Implementasi Program JKP Indonesia Lebih Cepat Dibanding Malaysia

Whats New
Rupiah Berbalik Menguat, Ditutup Pada Level Rp 14.245 Per Dollar AS

Rupiah Berbalik Menguat, Ditutup Pada Level Rp 14.245 Per Dollar AS

Whats New
Ingin Daftar Kartu Prakerja? Ini Kriteria Agar Diterima Sebagai Peserta

Ingin Daftar Kartu Prakerja? Ini Kriteria Agar Diterima Sebagai Peserta

Whats New
IHSG Ditutup Menguat, Asing Borong Saham BBRI dan BBCA

IHSG Ditutup Menguat, Asing Borong Saham BBRI dan BBCA

Whats New
Juni 2021, Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 1 Juta Per Hari

Juni 2021, Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 1 Juta Per Hari

Whats New
Gubernur BI Optimistis 12 Juta Merchant Gunakan QRIS Dalam Waktu Dekat

Gubernur BI Optimistis 12 Juta Merchant Gunakan QRIS Dalam Waktu Dekat

Whats New
Pegawai Ditjen Pajak Terlibat Kasus Suap, Sri Mulyani: Ini Jelas Pengkhianatan

Pegawai Ditjen Pajak Terlibat Kasus Suap, Sri Mulyani: Ini Jelas Pengkhianatan

Whats New
Standard Chartered Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5 Persen di 2021

Standard Chartered Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5 Persen di 2021

Whats New
Ini Promo ShopeePay, Tokopedia dan Bukalapak di Maret 2021

Ini Promo ShopeePay, Tokopedia dan Bukalapak di Maret 2021

Rilis
Pesan Luhut kepada Para Pejabat: Jangan Merasa Sombong dan Hebat

Pesan Luhut kepada Para Pejabat: Jangan Merasa Sombong dan Hebat

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pegawai DJP yang Diduga Terlibat Kasus Suap Telah Dibebastugaskan

Sri Mulyani Sebut Pegawai DJP yang Diduga Terlibat Kasus Suap Telah Dibebastugaskan

Whats New
Soal Dugaan Kasus Suap di Ditjen Pajak, Sri Mulyani: Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat di Awal 2020

Soal Dugaan Kasus Suap di Ditjen Pajak, Sri Mulyani: Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat di Awal 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X