Kelompok Milennial Menjadi Pengguna Terbesar Layanan Fintech

Kompas.com - 27/11/2019, 14:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok milennial merupakan pengguna paling besar berbagai aplikasi finansial technologi (fintech), termasuk Kredivo.

Direktur PT FinAccel Digital Indonesia (Kredivo) Anita Wijanto menuturkan, usia pengguna aplikasi Kredivo antara rentang 20 tahun sampai 30 tahun.

Para nasabah tersebut kebanyakan merupakan nasabah kredit yang baru pertama kalinya mengajukan pinjaman.

Maka dari itu, ia yakin kedepannya industri kredit fintech bisa menjadi wadah untuk membantu pencapaian inklusi keuangan serta meningkatkan nilai penyaluran kredit.

"Visi kami adalah bagaimana supaya bisa membantu orang kredit, karena 90 juta orang masih belum tersentuh perbankan dan 60 persen pengguna kita yang mendapatkan kredit adalah yang pertama kalinya," jelasnya.

Baca juga : Tahun Ini, Penyaluran Kredit Fintech Diprediksi Tembus Rp 45 Triliun

Sejauh ini, pengguna (aplikasi Kredivo) sudah mencapai 1 juta user. Ini artinya, 60 persen atau 600.000 user merupakan kelompok millennial yang pertama kali mengajukan kredit.

Menurutnya, kesulitan terbesar yang dialami kebanyakan millennial adalah pengajuan kredit yang ditolak karena portofolio yang kurang meyakinkan bank. Misalkan saja masa kerja yang belum mencapai standar pengajuan kredit.

"Jadi mereka kadang-kadang baru bekerja 1 sampai 2 tahun, minta pengajuan kredit ke bank pasti ditolak, tapi mereka bisa akses lewat aplikasi (Kredivo)," ujar Anita.

Kuseryansyah selaku Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebutkan, di tahun 2020 akan semakin banyak millennial yang menjadi user untuk penyaluran kredit fintech. Menurutnya millennial sangat siap dari segi penguasaan teknologinya.

"Tahun depan akan semakin banyak millennial yang menjadi user, karena selain populasinya meningkat, millennial adalah generasi yang paling siap terhadap teknologi," ungkap Kuseryansyah.

Menurutnya, platform digital menjadi solusi praktis bagi millennial yang cenderung memiliki kesibukan tinggi. Ini sekaligus menjadi peluang ecommerce untuk berkembang.

"Karena multifinnance itu cenderung lama dan ribet dengan dokumen dan survey, kalau dengan fintech lebih praktis dan efisien," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenhub Evaluasi Regulasi Harga Tiket Pesawat, Maskapai Bisa Naikkan Tarif Batas Atas

Kemenhub Evaluasi Regulasi Harga Tiket Pesawat, Maskapai Bisa Naikkan Tarif Batas Atas

Whats New
Mitigasi Perubahan Iklim Mahal, Kemenkeu: Dana Pemerintah untuk Transisi Energi Tidak Cukup...

Mitigasi Perubahan Iklim Mahal, Kemenkeu: Dana Pemerintah untuk Transisi Energi Tidak Cukup...

Whats New
YLKI Khawatir Konsumen Buru Rokok Murah, Jika Batasan Produksi Tak Diubah

YLKI Khawatir Konsumen Buru Rokok Murah, Jika Batasan Produksi Tak Diubah

Whats New
[POPULER MONEY] Beli Elpiji 3Kg Juga Pakai MyPertamina? | 10 Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

[POPULER MONEY] Beli Elpiji 3Kg Juga Pakai MyPertamina? | 10 Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

Whats New
Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

Whats New
Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Whats New
Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Whats New
Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Whats New
Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Whats New
Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Whats New
INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

Whats New
Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Work Smart
Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan 'Hijau', Ini Alasannya

Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan "Hijau", Ini Alasannya

Whats New
Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Whats New
BERITA FOTO: Pandemi Mereda, 'Angin Segar' Bisnis Kuliner

BERITA FOTO: Pandemi Mereda, "Angin Segar" Bisnis Kuliner

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.