Satgas Waspada Kembali Temukan 125 Fintech Peer To Peer Lending Ilegal

Kompas.com - 03/12/2019, 16:52 WIB
Kepala Satuan Tugas Waspada Investasi sekaligus Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Otoritas Jasa Keuangan, Tongam L Tobing di Semarang, Jumat (24/8/2018). KOMPAS.com/NAZAR NURDINKepala Satuan Tugas Waspada Investasi sekaligus Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Otoritas Jasa Keuangan, Tongam L Tobing di Semarang, Jumat (24/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Satgas Waspada mencatat hingga akhir November lalu menemukan 125 entitas yang melakukan kegiatan fintech  peer to peer (p2p) lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing menuturkan kegiatan fintech P2P lending ilegal masih banyak beredar lewat website maupun aplikasi serta penawaran melalui sms.

"Kami meminta masyarakat untuk berhati-hati sebelum melakukan pinjaman secara online dengan melihat apakah aplikasi peer to peer lending tersebut telah terdaftar di OJK atau belum.” kata  melalui keterangan persnya Selasa (03/12/2019)

Sebelumnya pada 7 Oktober 2019, Satgas Waspada Investasi telah menindak133 entitas fintech p2p lending ilegal, sehingga total entitas fintech P2P lending ilegal yang ditangani sampai dengan November 2019 sebanyak 1.494 entitas.

Sementara itu jika dihitung sejak 2018, total entitas fintech P2P lending ilegal yang sudah ditindak oleh Satgas Waspada Investasi sejak tahun 2018 hingga November 2019 sebanyak 1.898 entitas.

Tongam mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk 13 kementerian/lembaga.

“Kami mengajak semua anggota Satgas untuk semakin aktif bersama-sama melakukan pencegahan maraknya fintech peer to peer lending ilegal dan invetasi ilegal untuk melindungi kepentingan masyarakat,” kata Tongam.

Satgas Waspada Investasi terdiri dari 13 kementerian/lembaga yaitu OJK, Bank Indonesia, Kementerian Kominfo, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, Kemendagri, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kemendikbud, Kemenristek, Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, PPATK dan BKPM.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X