Erick Thohir Ingatkan Direksi Garuda Harus Berjiwa Samurai

Kompas.com - 05/12/2019, 14:21 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir usai laporan kepada Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMenteri BUMN Erick Thohir usai laporan kepada Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengingatkan kembali kepada direksi Garuda Indonesia untuk memiliki jiwa layaknya samurai. 

Hal tersebut disampaikan Erick saat kembali bicara terkait temuan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda merek Brompton yang diduga ilegel di dalam pesawat baru Garuda Indonesia tipe Airbus A330-900 neo oleh petugas Bea Cukai.

"Kita harus berjiwa samurai. Seorang pemimpin harus punya posisi yang jelas. Tidak bisa, mengorbankan orang lain. Itu juga bagian dari leadership," ujar Erick ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Erick Thohir: Sebelum Ketahuan, Mending Mengundurkan Diri

"Bahwa proses praduga tak bersalahnya tetap ada. Kita lihat sekarang bukti-buktinya luar biasa. Kita lihat nanti hasilnya dari bea cukai. Kemarin saya sudah saran, sebelum dicopot lebih baik mengundurkan diri, jika sudah merasa salah," lanjut dia.

Erick sendiri menegaskan memegang asas praduga tak bersalah sampai nanti Bea Cukai mengungkap siapa pemilik onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diduga barang ilegal tersebut.

Bila pada akhirnya ada bukti kuat mengarah kepada penjabat direksi Garuda Indonesia, maka Erick tak segan akan langsung mencopotnya.

"Sesegera mungkin. Kalau bisa hari ini. Tapi harus dengan bukti," ucapnya.

Baca juga: Ekonomi Melambat, Harta Orang-orang Terkaya RI Ini Justru Bertambah

Sebelumnya, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengakui ada jajaran direksi di dalam pesawat Airbus A330-900 Neo yang mengangkut onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal.

Ikhsan menjelaskan, jajaran direksi berada di dalam pesawat tersebut karena sebelumnya mengikuti serah terima pesawat baru itu dari pabrikan di Perancis untuk dibawa ke Indonesia. Garuda menyatakan bahwa barang-barang tersebut dibawa oleh karyawannya yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Sementara itu, Kasubdit Humas Bea dan Cukai Deni Surjantoro mengatakan onderdil Harley tersebut ada di 15 box coklat bagasi atas nama inisial SAW. Sementara dua sepeda Brompton dan asesorisnya berada di 2 box bagasi atas nama LS.

Baca juga: Sudah Tepatkah Kebijakan Menteri Edhy Buka Ekspor Benih Lobster?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X