Ini Faktor yang Menyebabkan Pabrik Tekstil Tutup di Indonesia

Kompas.com - 11/12/2019, 12:29 WIB
Proses produksi kain di Nirwana Tekstil, Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dok NIRWANAProses produksi kain di Nirwana Tekstil, Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat sejumlah pabrik tekstil Indonesia tutup. Menurut Bahlil, salah satu faktornya adalah kenaikan upah minimum provinsi (UMP).

“Upah sudah mulai naik, kemudian penetrasi impor tinggi dan ketiga HPP (harga pokok produksi) bahan baku agak mahal,” ujar Bahlil di kantornya, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Kendati begitu, Bahlil belum bisa menyampaikan data akurat mengenai jumlah pabrik tekstil yang sudah tutup. Dia masih menunggu data dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

“Kita belum punya data, data teknis lagi minta API dan APSyFI untuk melaporkan. Kami akan tindak lanjuti Rabu,” kata Bahlil.

Baca juga: Isu Banjir Tekstil Impor yang Bikin Sri Mulyani Blokir Ratusan Importir

Bahlil menambahkan, saat ini pemerintah dan para pelaku usaha tengah mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu upayanya, yakni membuat regulasi yang tidak mempersulit pengusaha.

“Jika regulasi memberatkan, maka tidak akan kompetitif,” ucap dia.

Saat ini, lanjut Bahlil, produk tekstil asing tengah membanjiri pasar dalam negeri. Hal ini juga yang membuat pengusaha dalam negeri kesulitan bersaing.

“Bukan rahasia umum lagi bahwa garmen kita banyak impor dari negara lain, terutama China. Nah kita harapkan ke depan gimana pelihara market untuk disuplai produk dalam negeri,” ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X