Dampak Demo, Modal Asing Keluar dari Hong Kong 5 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 17/12/2019, 13:06 WIB
Sekelompok demonstran mengibarkan bendera AS ketika menghadiri aksi protes di Edinburgh, Hong Kong, pada 28 November 2019. REUTERS/MARKO DJURICASekelompok demonstran mengibarkan bendera AS ketika menghadiri aksi protes di Edinburgh, Hong Kong, pada 28 November 2019.

HONG KONG, KOMPAS.com - Aksi massa yang berlangsung di Hong Kong selama berbulan-bulan tahun ini membuat setidaknya 5 miliar dollar AS dana investasi keluar dari pusat keuangan di kawasan Asia tersebut.

Dikutip dari Bloomberg, Bank of England menyatakan, nilai tersebut setara dengan 1,25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) kawasan bekas jajahan Inggris itu.

Data yang didapatkan oleh bank sentral Inggris tersebut diolah dalam laporan semi tahunan Financial Stability Report yang menghitung data dari dalam bank sentral serta Refinitiv dan EPFR Global.

Baca juga: Garuda Indonesia Kurangi Jadwal Penerbangan Ke Hong Kong

Adapun HSBC Holdings dan Standard Chartered menyatakan, mereka telah melihat nasabah-nasabah kaya Hong Kong membuka dana tabungan di luar negeri karena kekhawatiran meningkatnya ketegangan antara aparat pemerintahan dengan aksi massa pro demokrasi.

HSBC dan Standarch Chartered merupakan bank asing terbesar di kawasan Hong Kong.

Sebagai informasi, Hong Kong sebagai negara yang sangat mengandalkan perdagangan sebagai kekuatan ekonominya telah jatuh dalam jurang resesi tahun ini.

Aksi demonstrasi yang telah terjadi selama berulan-bulan telah memengaruhi iklim bisnis dan membuat pertumbuhan pariwisata kawasan tersebut melambat lantaran wisatawan enggan berkunjung. Di sisi lain, permintaan global pun tengah melambat.

Namun demikian, aliran modal keluar dalam skala besar belum terjadi, dan bank lokal masih membukukan pendapatan yang kuat.

Adapun aksi massa juga tengah sedikit mereda dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, kesepakatan antara Amerika Serikat dan China untuk menghindari risiko perang dagang yang lebih dalam turut membuat mata uang Hong Kong membukukan penguatan terpanjang dalam lima tahun. Investor asing pun mulai melakukan aksi beli saham.

Indeks saham acuan Hong Kong menguat 4,5 persen minggu lalu, meskipun masih terlemah tahun ini di antara pasar global utama.

Wakil kepala eksekutif Otoritas Moneter Hong KongHoward Lee mengatakan akhir bulan lalu bahwa aliran mata uang Hong Kong, yang dipatok ke dollar AS, berada dalam kondisi yang cukup.

Data bulanan terbaru dari otoritas menunjukkan setoran dolar Hong Kong naik menjadi 6,91 triliun dollar Hong Kong (887 miliar dollar AS) pada Oktober dari 6,88 triliun dollar Hong Kong pada bulan sebelumnya.

Baca juga: Resesi Hong Kong Diprediksi Parah, Ini Sebabnya

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Bloomberg
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X