Kompas.com - 23/12/2019, 18:17 WIB
Presiden Joko Widodo mengamati salah satu karyawan SPBU yang mengimplementasikan BBM B30, di SPBU Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (23/12/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIPresiden Joko Widodo mengamati salah satu karyawan SPBU yang mengimplementasikan BBM B30, di SPBU Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (23/12/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara gamblang menuding permainan mafia migas sebagai penyebab molornya sejumlah proyek kilang minyak di Indonesia.

Sebutan mafia migas, kata Jokowi, merujuk pada aktor-aktor yang mengeruk keuntungan besar dari impor BBM.

Dalam beberapa kesempatan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengklaim sudah mengantongi nama-nama aktor yang bermain dalam importasi migas.

"Saya ingatkan bolak-balik, kamu hati-hati. Saya ikuti kamu, jangan halangi orang ingin membikin batu bara jadi gas gara-gara kamu senang impor gas," kata Jokowi saat Musyawarah RPJMN 2020-2014 di Istana Negara, Senin (16/12/2019).

"Lah ini yang seneng impor, bukan saya cari. Sudah ketemu siapa yang seneng impor. Sudah ngerti saya," tegasnya lagi.

Jauh sebelumnya, Jokowi juga sudah mengungkapkan soal mafia migas. Pada periode pertamanya, Ia sudah memberikan instruksi khusus kepada jajaranya.

Bahkan Pertamina Energy Trading Limited (Petral), yang kerap disanggap sarang mafia migas, dibubarkan. Upaya melawan praktik mafia migas itu bisa dilihat pada 2015 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari Harian Kompas 5 Desember 2015, Menteri ESDM saat itu, Sudirman Said, mengaku sudah ditugasi khusus oleh Jokowi untuk menghilangkan praktik kotor dalam importasi migas.

Mafia, kata Sudirman, adalah sebuah perilaku. Mereka mencari keuntungan di sektor migas yang tidak transparan.

Baca juga: Kilang Jokowi Tak Terbangun, Salah Mafia Migas?

Ia mencontohkan salah satu sistem yang diciptakan mafia soal cara PT Perusahaan Listrik Negara membeli gas dari pihak ketiga untuk keperluan pembangkit. Padahal, gas tersebut diproduksi Pertamina.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.