2020, Pemerintah Subsidi Angkutan Kereta Api Rp 2,67 Triliun

Kompas.com - 01/01/2020, 07:11 WIB
Ilustrasi gerbong kereta api KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi gerbong kereta api

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan meningkatkan anggaran subsidi atau public service obligation (PSO) angkutan kereta api di 2020. Jumlah subsidi itu meningkat 12,5 persen menjadi Rp 2,67 triliun.

Sedangkan anggran untuk kewajiban perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretaapian milik negara (Infrastructure Maintenance and Operation/IMO) di 2020 sebesar Rp 1,5 triliun.

Peningkatan anggaran dilakukan karena kebutuhan masyarakat akan angkutan kereta api terus meningkat. Sedangkan peningkatan anggaran IMO salah satunya untuk perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretaapian yang selama lima tahun terakhir pembangunan infrastruktur juga mengalami kenaikan.

Baca juga: PT KAI Siapkan 30 Kereta Api Tambahan untuk Natal dan Tahun Baru, Ini Daftarnya

“Saya berpesan pada operator untuk memberikan pelayanan yang lebih baik di tahun 2020. Kita ingin bahwa bahwa negara kita menpunyai daya saing. Kalau pelayanan dilakukan dengan baik, insya Allah turis yang datang ke sini juga makin senang,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/1/2020).

Anggaran PSO tahun 2020 diberikan untuk KA Antarkota dan KA Perkotaan. Untuk KA Antarkota yang mendapatkan PSO adalah KA Ekonomi Jarak Jauh, KA Ekonomi Jarak Sedang, dan KA Ekonomi Lebaran.

KA Perkotaan yang mendapatkan PSO adalah KA Jarak Dekat, Kereta Rel Diesel (KRD), dan Kereta Rel Listrik (KRL).

Baca juga: Penumpang Kereta Api Terus Tumbuh sejak 2016

Untuk KA Ekonomi Antarkota jumlah PSO mencapai Rp 379,7 miliar. Dari jumlah ini yang dialokasikan untuk KA Ekonomi Jarak Jauh sebesar Rp 60,788 miliar, dibagi untuk 3 Lintas pelayanan dengan volume sebesar 2.554.977 penumpang dalam satu tahun.

Adapun KA Ekonomi Jarak Jauh yang mendapatkan PSO adalah KA Kahuripan (Blitar-Kiaracondong), KA Bengawan (Purwosari-Pasarsenen), dan KA Sri Tanjung (Lempuyangan-Banyuwangi).

Alokasi anggaran KA Ekonomi Jarak Sedang sebesar Rp 318,566 miliar, yang akan digunakan untuk 10 Lintas pelayanan dengan volume sebesar 6.692.838 penumpang dalam satu tahun.

Sementara KA Ekonomi Lebaran akan mendapatkan alokasi sebesar Rp 349,51 juta untuk 2 Lintas pelayanan dengan volume sebesar 97.666 penumpang dalam satu tahun. KA Lebaran yang mendapatkan PSO adalah KA Pasundan (Surabayagubeng-Kiaracondong) dan KA Matarmaja (Malang-Pasarsenen).

Baca juga: 3,6 Juta Orang Mudik Naik Kereta Api

Untuk KA Perkotaan atau KA Lokal, jumlah PSO mencapai Rp 2,29 triliun, yang dibagi menjadi KA Jarak Dekat sebesar Rp 604,66 miliar, dengan volume sebesar 33.847.915 penumpang dalam satu tahun. Alokasi untuk KRD sebesar Rp 134,11 miliar dengan 9 Lintas pelayanan dan volume sebesar 7.687.253 penumpang dalam satu tahun.

Sedangkan untuk KRL Jabodetabek mencapai Rp 1,55 triliun. PSO KRL ini merupakan yang terbesar karena yang mempunyai 44 relasi dan dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019 akan melayani 1.057 perjalanan setiap harinya.

Diperkirakan volume penumpang yang dilayani mencapai 348.982.888 penumpang dalam satu tahun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X