Menurut Menteri ESDM, Ini Risiko Fluktuasi Harga Minyak ke Ekonomi RI

Kompas.com - 09/01/2020, 13:16 WIB
Paparan kinerja Kementerian ESDM 2019 oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (9/1/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIPaparan kinerja Kementerian ESDM 2019 oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran tidak akan mempengaruhi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi untuk solar.

Ketegangan antara AS dan Iran membuat harga minyak dunia sempat melonjak namun kemudian kembali turun. Kondisi ini dipandang akan berdampak terhadap neraca pembayaran Indonesia.

"Sudah reda lagi, hari ini (harga acuan minyak mentah) Brent sudah reda lagi. Mudah-mudahan nggak ada eskalasi. Kalau harga minyak dunia naik risikonya ke neraca pembayaran kita," katanya ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Baca juga: Apa yang Terjadi pada Harga Minyak jika Pecah Perang AS-Iran?

Apabila harga minyak dunia kembali melonjak, pihaknya telah mempunyai strategi, yakni berupa efisiensi, optimalisasi pemakaian, serta mencegah penyimpangan.

"Tapi, langkah yang harus kita antisipasi, kita minta semua masyarakat untuk bisa mendukung pemerintah, meningkatkan efisiensi kegiatannya masing-masing. Supaya pemakaian itu bisa dioptimalkan dan juga menyebabkan demand yang berlebihan. Penyimpangan juga harus dikurangi, dicegah," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menjelaskan, Indonesia telah berpengalaman menghadapi harga minyak dunia yang fluktuatif.

"Indonesia sudah punya pengalaman harga minyak di atas 100 (dollar AS per barrel) dan juga di bawah 40. Jadi, kita sudah punya pengalaman kalau nanti harga minyaknya tinggi, kita sudah bisa punya solusi atau langkah-langkah yang harus kita ambil. Misalnya, apakah ada APBN-P di 2020, kita belum tahu ini. Kalau misalnya tetap stabil, nggak ada masalah," jelasnya.

Baca juga: Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Kian Mendidih

Saat ini, dalam APBN asumsi harga minyak dipatok 63 dollar AS per barrel.

Namun, apabila harga minyak mentah dunia melonjak melebihi asumsi, maka Kementerian ESDM akan membahas kembali pengubahan asumsi minyak dalam APBN bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan DPR RI.

Harga minyak mentah dunia saat ini masih akan dipantau tiap 3-6 bulan. Untuk saat ini, lanjut Djoko, terlalu dini bila harus mengubah asumsi minyak mentah dunia.

"APBN kan 63 (dollar AS per barrel) di 2020 ya. Kalau nanti 6 bulan pertama, harga minyak lebih tinggi, mungkin kita bisa bicara lagi dengan parlemen apakah bisa mengubah asumsi dengan Kementerian Keuangan. Kita lihat saja," katanya.

Baca juga: Analis: Harga Minyak Bisa Naik ke 100 Dollar AS Per Barrel jika Iran Blokir Selat Hormuz

Memang diakui, saat ketegangan geopolitik AS-Iran terjadi akhir-akhir ini, harga minyak dunia sempat menyentuh hingga 72 dollar AS per barrel. Namun, disebutkan harga minyak mulai kembali turun ke 65 dollar AS per barrel.

"Artinya, itu hanya sekejap saja," kata Djoksis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intip Kekayaan Moeldoko, Eks Panglima TNI dan Ketum Demokrat Versi KLB

Intip Kekayaan Moeldoko, Eks Panglima TNI dan Ketum Demokrat Versi KLB

Whats New
Simak Poin Penting Aturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan

Simak Poin Penting Aturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan

Whats New
Telah Disetujui Senat, Masyarakat AS Bakal Dapat Bantuan Rp 20 Juta

Telah Disetujui Senat, Masyarakat AS Bakal Dapat Bantuan Rp 20 Juta

Whats New
Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Work Smart
Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan 'Jirolupat' | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan "Jirolupat" | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

Rilis
Berapa Gaji Pokok yang Didapatkan CPNS dan PPPK Lulusan SMA/SMK?

Berapa Gaji Pokok yang Didapatkan CPNS dan PPPK Lulusan SMA/SMK?

Whats New
Rute KA Mutiara Timur Diperpanjang Jadi Ketapang-Surabaya-Yogyakarta

Rute KA Mutiara Timur Diperpanjang Jadi Ketapang-Surabaya-Yogyakarta

Whats New
OJK: Saat Ini Ada 60 Bank Wakaf Mikro di Indonesia

OJK: Saat Ini Ada 60 Bank Wakaf Mikro di Indonesia

Whats New
Ini Jurus Pemerintah Dongkrak Sektor Industri Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Ini Jurus Pemerintah Dongkrak Sektor Industri Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Rilis
Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Ganti Pakai Pesawat Lain

Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Ganti Pakai Pesawat Lain

Whats New
Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Spend Smart
Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Whats New
Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Rilis
Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X