Rokok hingga Vaksin, Produk Indonesia yang Banyak Diminati Iran

Kompas.com - 09/01/2020, 19:00 WIB
Rudal balistik surface-to-surface Shahab-3 dipamerkan dalam perayaan Garda Revolusi Iran di Lapangan Baharestan, Teheran, pada 26 September 2019. AFP/STRRudal balistik surface-to-surface Shahab-3 dipamerkan dalam perayaan Garda Revolusi Iran di Lapangan Baharestan, Teheran, pada 26 September 2019.


JAKARTA, KOMPAS.com - Iran tengah santer dibicarakan. Ini setelah negara itu menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak dengan lusinan peluru kendali (rudal).

Selama beberapa dekade, Iran berjuang keras bisa mengatasi embargo ekonomi dari AS. Akibat sanksi ekonomi, kegiatan ekspor impor, khususnya migas, yang jadi andalan ekspornya terhambat.

Meski begitu, dengan Indonesia, perdagangan kedua negera relatif terus terjalin dengan baik.

Mengutip Data Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), dalam laporan 'Peluang Ekspor Indonesia ke Iran', sejumlah produk yang banyak diimpor Iran dari Indonesia antara minyak sawit, kertas dan karton, komponen turbin gas, rokok, karet alam.

Komoditas lainnya seperti ban vulkanisir, vaksin untuk manusia, sepeda motor, piston mesin, teh hitam, kaolin, sabun, deterjen, dan komoditas lain.

Sebaliknya, barang yang banyak diekspor Iran ke Indonesia antara lain bahan kimia anorganik, senyawa kimia, isotop, reaktor nuklir, boiler, minyak, buah-buahan seperti kacang mede dan kurma, ikan, dan komoditas lain.

Baca juga: Fokus Pasar Beralih dari Iran Vs AS, Rupiah Kembali Bangkit

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia ke Iran sepanjang tahun 2018 berturut-turut yakni Januari 27,12 juta dollar AS, Februari 20,02 juta dollar AS, Maret 47,18 juta dollar AS.

Kemudian April 33 juta dollar AS, Mei 23,21 juta dollar AS, Juni 12,65 juta dollar AS, Juli 22,02 juta dollar AS, Agustus 19,13 juta dollar AS, September 23,93 juta dollar AS, Oktober 34,63 juta dollar AS, November 21,,45 juta dollar AS, dan Desember 12,01 juta dollar AS.

Pada tahun 2019, angka ekspor relatif menurun dibandingkan periode 2018 setiap bulannya.

BPS mencatat ekspor Indonesia ke Iran pada Januari 2019 sebesar 5,73 juta dollar AS, kemudian Februari 6,16 juta dollar AS, Maret 6,99 juta dollar AS, April 8,97 juta dollar AS, Mei 8,81 juta dollar AS, Juni 4,85 juta dollar AS.

Berturut turut pada Juli sebesar 8,75 juta dollar AS, Agustus 12,29 juta dollar AS, September 24,98 juta dollar AS, Oktober 16,59 juta dollar AS, dan November 6,74 juta dollar AS.

Sementara pada Desember, BPS belum mengeluarkan nilai perdagangan kedua negara. 

Baca juga: Puluhan Tahun Diembargo AS, Bagaimana Ekonomi Iran?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Nadin Amizah Rilis Album Mini | Ketika Isyana Sarasvati Kembali ke Khittah | 30 Tahun Album Smashing Pumpkins 'Gish'

[KURASI KOMPASIANA] Nadin Amizah Rilis Album Mini | Ketika Isyana Sarasvati Kembali ke Khittah | 30 Tahun Album Smashing Pumpkins "Gish"

Rilis
Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online dari Handphone

Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online dari Handphone

Work Smart
Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju

Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju

Whats New
Baru Capai 37 Persen, Luhut Minta Semua Pihak Fokus Kejar Target UMKM Go Digital

Baru Capai 37 Persen, Luhut Minta Semua Pihak Fokus Kejar Target UMKM Go Digital

Whats New
Tips Investasi Emas sebagai Diversifikasi Aset

Tips Investasi Emas sebagai Diversifikasi Aset

Earn Smart
Ini 3 Strategi agar Bisnis Bertahan Hadapi Perubahan Tren

Ini 3 Strategi agar Bisnis Bertahan Hadapi Perubahan Tren

Smartpreneur
Cara Mengikuti Lelang Online di lelang.go.id

Cara Mengikuti Lelang Online di lelang.go.id

Whats New
IHSG dalam Sepekan Merosot 1,41 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 7.108,5 Triliun

IHSG dalam Sepekan Merosot 1,41 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 7.108,5 Triliun

Whats New
UKM Ekspor Tempe ke Jepang, Mendag: Makanan Indonesia Makin Mendunia

UKM Ekspor Tempe ke Jepang, Mendag: Makanan Indonesia Makin Mendunia

Whats New
Indikasi Geografis: No Reputation, No Quality, No Price

Indikasi Geografis: No Reputation, No Quality, No Price

Whats New
Pendanaan Jadi PR Krusial Proyek Tol Yogyakarta-Bawen, Apa Solusinya?

Pendanaan Jadi PR Krusial Proyek Tol Yogyakarta-Bawen, Apa Solusinya?

Whats New
Manfaatkan Shopee, Mitraanda88 Wujudkan Mimpi Jangkau Pasar Mancanegara

Manfaatkan Shopee, Mitraanda88 Wujudkan Mimpi Jangkau Pasar Mancanegara

Smartpreneur
Asah 6 Skill Berikut agar Pelaku UMKM Mampu Bersaing di Ranah Digital

Asah 6 Skill Berikut agar Pelaku UMKM Mampu Bersaing di Ranah Digital

Whats New
Kisah Bittersweet by Najla, dari Hobi hingga Punya Banyak Reseller

Kisah Bittersweet by Najla, dari Hobi hingga Punya Banyak Reseller

Smartpreneur
Mengenal 5 Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Mengenal 5 Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X