Demi Investasi, Jokowi Tak Permasalahkan Namanya Dicatut

Kompas.com - 15/01/2020, 15:05 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan di acara pelantikan BPP HIPMI XVI di Jakarta, Rabu (15/1/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMAPresiden Joko Widodo saat memberi sambutan di acara pelantikan BPP HIPMI XVI di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengaku namanya pernah dicatut oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Menurut Jokowi, saat itu Bahlil mencatut namanya untuk mengurusi masalah investasi yang mau masuk ke Indonesia.

Sebab, kala itu investor yang mau menanamkan modalnya terkendala perizinan lahan di wilayah Banten.

"Di Banten selesai, meskipun ancamannya bawa nama Presiden. Kalau ancam gubernur, bupati, wali kota bawa nama saya, tapi masalahnya selesai, buat saya tidak ada masalah. Akhirnya rampung," ujar Jokowi di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Jokowi Ingin Ibu Kota Baru Jadi Metropolitan Bak London dan New York

Jokowi pun berpesan ke Bahlil untuk melayani investor dengan sebaik-baiknya. Dia tak mempermasalahkan namanya dicatut demi mempermudah masuknya investasi ke Tanah Air.

“Urusan izin juga, lihat langsung ke bawah, gubernur langsung tanda tangan, tapi pakai nama saya. Enggak apa-apa, Pak Bahlil sudah ngomong ke saya, ya enggak apa-apa," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, jika investor dipersulit, akan membuat mereka malas menanamkan modalnya di Indonesia.

Atas dasar itu, dia meminta kepada jajarannya untuk melayani investor dengan sebaik-baiknya.

“Saya sudah titip investor dilayani dengan baik, sudah banyak investor yang datang ke kita, tapi balik, sudah datang di dalam pintu, ada Rp 780 triliun sudah di dalam, menyusul Rp 2.400 triliun sudah di dalam,” ucap dia.

Baca juga: Jokowi Minta Putra Mahkota Abu Dhabi Jadi Dewan Pengarah Ibu Kota Baru

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X