Ekonomi Global Diproyeksikan Lebih Stabil pada 2020, Ini Alasannya

Kompas.com - 17/01/2020, 15:22 WIB
Ilustrasi laju pertumbuhan ekonomi dunia THINKSTOCK.COMIlustrasi laju pertumbuhan ekonomi dunia
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan menilai ekonomi global mengalami stabilisasi pada 2020. Hal ini karena membaiknya kondisi dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

"Tahun 2020 dalam pandangan kami pertumbuhan ekonomi global akan mengalami stabilisasi yang didukung oleh meredanya tensi dagang antara AS dan China, dan juga kebijakan moneter dan fiskal yang akan tetap akomodatif," kata Katarina melalui siaran resmi, Jumat (17/1/2020).

Kondisi ekonomi global 2020 tersebut akan berbeda dengan 2019 yang dibayangi oleh perlambatan ekonomi akibat aktivitas manufaktur dan perdagangan yang mengalami pelemahan.

Baca juga: Hanya Tumbuh 6,1 Persen, Ekonomi China 2019 Terendah dalam 29 Tahun

Terkait dengan stabilisasi ekonomi, Katarina menyebut sudah mulai terlihat perbaikan data ekonomi di akhir 2019. Hal itu terlihat dari leading indicator ekonomi dari Prompt Manufacturing Index (PMI) global menunjukkan sinyal bottoming di akhir tahun lalu.

"Data ini mengindikasikan potensi perbaikan sektor manufaktur dan perdagangan global," jelasnya.

International Monetary Fund (IMF) memperkirakan aktivitas perdagangan global berpotensi membaik di 2020 dengan pertumbuhan 3,2 persen, naik 1,1 persen dari 2019.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Luhut Sedih karena Kasus Asabri, Mengapa?

Selain itu, membaiknya tensi dagang Amerika Serikat-China juga menyebabkan perbaikan sentimen bisnis global di akhir tahun 2019.

"Ini merupakan hal yang positif karena dapat mendukung aktivitas investasi dari sektor swasta," ujarnya.

Baca juga: Mau Tutup Perusahaan BUMN yang Tak Jelas, Erick Thohir Tunggu Restu Jokowi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belanja Online Dapat Diskon Rp 100.000 dari Pemerintah, Sudah Tahu?

Belanja Online Dapat Diskon Rp 100.000 dari Pemerintah, Sudah Tahu?

Earn Smart
Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp 2,45 Triliun ke Hutama Karya untuk Pembiayaan Proyek dan Mitra Kontraktor

Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp 2,45 Triliun ke Hutama Karya untuk Pembiayaan Proyek dan Mitra Kontraktor

Rilis
Sambut Delegasi G20, Sri Mulyani: Selamat Datang di Bali

Sambut Delegasi G20, Sri Mulyani: Selamat Datang di Bali

Whats New
Simak Cara Bayar PBB Online lewat Tokopedia dan m-Banking

Simak Cara Bayar PBB Online lewat Tokopedia dan m-Banking

Spend Smart
Sederet 5 Kilang Minyak Terbesar di Indonesia

Sederet 5 Kilang Minyak Terbesar di Indonesia

Whats New
Penutupan Kode Broker Dinilai Bisa Cegah Praktik Ikut-ikutan Jual-Beli Saham

Penutupan Kode Broker Dinilai Bisa Cegah Praktik Ikut-ikutan Jual-Beli Saham

Rilis
Nilai Ekspor Mi Instan Indonesia Capai 185 Juta Dollar AS hingga September 2021

Nilai Ekspor Mi Instan Indonesia Capai 185 Juta Dollar AS hingga September 2021

Whats New
Kemenperin: Indonesia Sudah Mampu Produksi Mesin Lokal yang Bermutu

Kemenperin: Indonesia Sudah Mampu Produksi Mesin Lokal yang Bermutu

Whats New
IHSG Ditutup di Zona Hijau, Investor Asing Borong ASII, BMRI, dan KLBF

IHSG Ditutup di Zona Hijau, Investor Asing Borong ASII, BMRI, dan KLBF

Whats New
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Pengusaha: Pembatasan Harus Disesuaikan Daerah Masing-masing

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Pengusaha: Pembatasan Harus Disesuaikan Daerah Masing-masing

Whats New
PIP Akan Perbanyak Agen Penyalur Pinjaman Ultramikro di Luar Jawa

PIP Akan Perbanyak Agen Penyalur Pinjaman Ultramikro di Luar Jawa

Whats New
Restrukturisasi Kredit Turun, OJK Minta Perbankan Tetap Lakukan Pencadangan

Restrukturisasi Kredit Turun, OJK Minta Perbankan Tetap Lakukan Pencadangan

Whats New
Ada Kewajiban Pajak atas Penghasilan dari Uang Kripto

Ada Kewajiban Pajak atas Penghasilan dari Uang Kripto

Whats New
Menko Airlangga Sebut RI Mampu Tangani Pandemi dan Pemulihan Ekonomi secara Seimbang

Menko Airlangga Sebut RI Mampu Tangani Pandemi dan Pemulihan Ekonomi secara Seimbang

Rilis
Gandeng TFAS dan Volta, SiCepat Ekspres Borong 10.000 Motor Listrik

Gandeng TFAS dan Volta, SiCepat Ekspres Borong 10.000 Motor Listrik

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.