Cerita Kubu CT Tolak Laporan Keuangan Garuda Polesan Ari Askhara

Kompas.com - 24/01/2020, 13:04 WIB
CEO CT Corp Chairul Tanjung Hilda B Alexander/Kompas.comCEO CT Corp Chairul Tanjung

JAKARTA, KOMPAS.com - Laporan keuangan PT Garuda Indonesia (persero) Tbk atau GIAA tahun buku 2018 pernah ditolak dua komisarisnya, mereka adalah Chairal Tanjung dan Doni Oskaria.

Keduanya merupakan wakil dari CT Corp, grup perusahaan yang dimiliki pengusaha Chairul Tanjung.

Lewat anak perusahaan CT Corp, PT Trans Airways, pengusaha yang akrab disapa CT ini jadi pemegang saham terbesar kedua dengan porsi 25,6 persen setelah Pemerintah Republik Indonesia yang mengendalikan 60,5 persen.

Kedua komisaris kubu CT ini menolak pencatatan pendapatan dari perjanjian kerja sama antara Garuda Indonesia Group dengan PT Mahata Aero Teknologi di era Direktur Utama Garuda Indonesia saat itu, Ari Askhara yang saat ini tersandung kasus penyelundupan. 

Emiten berkode GIAA itu menjalin kerja sama penyediaan layanan wifi gratis di sejumlah pesawat Garuda Indonesia Group.

Menurut Dony Oskaria dan Chairal Tanjung, seharusnya perusahaan mencatatkan rugi tahun berjalan.

Baca juga: Saham Garuda Merah Usai RUPSLB, Ini Kata Analis

Pendapatan dari Mahata sebesar 239,94 juta dollar AS tidak dapat diakui dalam tahun buku 2018 karena belum direalisasikan.

Pencatatan pengakuan pendapatan di laporan keuangan ini membuat Garuda Indonesia mengklaim untung sebesar 5,01 juta dollar AS.

Belakangan, Garuda akhirnya mengoreksi laporan keuangan 2018 atau restatement.

Sebagai informasi, laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018 memunculkan polemik lantaran tiba-tiba maskapai plat merah itu mebukukan laba setelah sempat menelan kerugian.

Setelah diusut, ternyata keuntungan Garuda itu didapat dari kontrak kerja sama penyediaan layanan konektivitas wifi dalam penerbangan dan hiburan pesawat dari PT Mahata Aero Teknologi.

Namun, keuntungan itu masih berbentuk piutang. Kontrak inilah yang menjadi titik awal kisruh laporan keuangan 2018 yang akhirnya membuat Kementerian Keuangan, BPK, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) turun tangan.

Baca juga: Erick Thohir Yakin Yenny Wahid Bisa Lindungi Pramugari Garuda

Ketiga otoritas tersebut mewajibkan Garuda untuk menyajikan ulang laporan keuangannya.

Adapun berdasarkan hasil penyajian ulang tersebut, Garuda Indonesia mencatatkan rugi bersih sebesar 175,02 juta dollar AS atau setara Rp 2,45 triliun dari sebelumnya laba sebesar 5,01 juta dollar AS.

"Dalam kaitan penyajian ulang Laporan Keuangan 2018, Garuda Indonesia mencatatkan laporan pendapatan usaha sebesar 4,37 miliar dollar AS, tidak mengalami perubahan dari laporan pendapatan sebelumnya," ujar Fuad Rizal, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda saat itu.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu (22/1/2020), CT Corp kembali menempatkan wakilnya di Garuda Indonesia.

Baca juga: Erick Thohir Minta Triawan Munaf Perbaiki Citra Garuda Indonesia

Dony Oskaria yang sebelumnya menjabat komisaris di periode sebelumnya, kini digeser menempati posisi Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia.

Sementara Chairal Tanjung yang sebelumnya juga duduk di dewan komisaris, diplot sebagai Wakil Komisaris Utama mendapingi Komisaris Utama Triawan Munaf.

Selain Dony Oskaria dan Chairal Tanjung, komisaris Garuda Indonesia lainnya yakni Peter F. Gotha juga disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan Chairul Tanjung. Sehingga susunan direksi dan komisaris baru, CT Corp menempatkan tiga wakilnya di maskapai flag carrier tersebut.

Baca juga: Irfan Setiaputra Sempat “Deg-degan” saat Dipinang Erick Thohir Jadi Dirut Garuda

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X