Luhut: Pengusaha Australia Bakal Investasi Besar di Kalimantan

Kompas.com - 31/01/2020, 08:53 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Rabu (29/1/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, investasi terbesar asal Australia untuk sektor energi ramah lingkungan bakal mengalir ke Kalimantan.

Apalagi, keinginan pengusaha dan miliarder Australia Andrew Forrest ini telah mendapat lampu hijau dari Presiden Joko Widodo.

Pada Kamis (30/1/2020) pagi pun Luhut telah melakukan pertemuan selama lima jam dengan Forrest di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi.

"Tadi saya telepon Presiden, dan dia setuju. So, giant investment on green energy di Kalimantan," ucapnya di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Luhut Gelar Pertemuan 5 Jam dengan Crazy Rich Australia, Bahas Apa?

Forrest diketahui ingin berinvestasi energi di Papua, namun ditolak oleh Luhut. Dengan alasan, agar fokus terlebih dahulu pengembangan energi ramah lingkungan di Kalimantan.

"Dia juga mau masuk membrant di Papua, saya bilang jangan dulu. Let's do it first in Kalimantan," katanya.

Rencananya, di Kalimantan, akan diterapkan energi listrik berbasis ramah lingkungan menggunakan solar panel. Listrik yang dialiri melalui tenaga surya matahari.

"Karena ada 15.000 megawatt di Kalimantan, dan kita punya 23.000 sampai 25.000 mega watt di Papua. Dan Australia punya berapa ratus solar panel, tapi harganya lebih tinggi dari hydro power," ujarnya.

Masuknya investasi green energy dan power plant dari Australia, maka dirinya yakin Indonesia akan memiliki sumber daya energi ramah lingkungan terbesar. Dan akan dinikmati oleh generasi yang akan mendatang.

Baca juga: Luhut Kembali Sebut akan Ada Investasi Miliaran Dollar AS, Kali Ini dari Australia

Ditambah lagi, Indonesia menjadi sorotan karena bagi para investor asing ada potensi untung yang akan mereka dapatkan.

"Kalau Anda lihat investasi jadi besar sekali. Selama saya di Davos, Indonesia itu disebutkan bullish untuk investasi. Indonesia akan menjadi super power green energy," ucapnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X