Milenial dan Generasi Z, Mana yang Lebih Suka Pakai Dompet Digital?

Kompas.com - 13/02/2020, 06:56 WIB
Opsi pembayaran menggunakan e-wallet DANA. DANAOpsi pembayaran menggunakan e-wallet DANA.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan dompet digital atau e-wallet telah menjadi bagian penting bahkan tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari baik untuk kalangan Milenial maupun Generasi Z.

Namun sejatinya dua generasi ini memiliki alasan dan kepentingan yang berbeda dalam menggunakan dompet digital.

"Dua generasi ini berbeda dalam penggunaanya karena kalau dilihat dari penelitian kita bersama IPSOS generasi milenial yang kelahiran 1980 hingga 1996 ini sifatnya lebih produktif dan bisa menjadi multitasking, dibandingkan generasi Z yang kelahiran 1997 hingga 2002," ujar Research Director Customer Experience Ipsos Indonesia Olivia Samosir di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Dompet Digital Tak Lagi Bakar Duit, Apa Dampaknya ke Konsumen?

Olivia memaparkan dari sisi waktu penggunaan dompet digital pertama kali untuk aplikasi GoPay generasi milenial yang pertama lebih duluan menggunakannya dibandingkan dengan generasi Z. Begitupun dengan aplikasi OVO, Dana dan LinkAja. 

Selain itu dari sisi penggunaan aplikasi dalam bertransaksi juga berbeda. Generasi milenial ada 40 persen menggunakan dompet digital untuk pembayaran jasa transportasi online Sementara generasi Z tipis berada dibawahnya sebanyak 39 persen.

"Untuk transaksi pembelian makanan dan minuman generasi Milenial dan generasi Z sama-sama memiliki jumlah persentase yang sama namun untuk transaski pembayaran di merchant generasi Z yang lebih banyak menggunakan dompet digital dibandingkan generasi milenial," jelasnya.

Lalu untuk fitur tambahan yang diinginkan dua generasi ini juga berbeda. Generasi milenial lebih ingin dompet digital memiliki fitur yang terhubung dengan tabungan dibandingkan dengan generasi Z, sementara generasi Z lebih ingin ada fitur pembayaran cicilan dan fitur transfer ke rekening bank melalui dompet digital.

"Tapi sejatinya memang data yang kami dapatkan mengatakan penggunaan dompet digital sejauh ini didominasi oleh generasi muda Indonesia dengan jumlah transaski minimal satu hingga dua kali dalam seminggu dan rata-rata nilai top up sebesar Rp 140.663," pungkasnya.

Perlu untuk diketahui IPSOS sebagai salah satu perusahaan riset pasar, dan dalam penelitian ini melibatkan 500 responden di lima kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Palembang dan Manado.

Penelitian ini juga dilakukan dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan para responden.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X