Dirut Jiwasraya Dilaporkan ke Polisi, BUMN Pasang Badan

Kompas.com - 25/02/2020, 15:06 WIB
Ilustrasi Jiwasraya KONTAN/Cheppy A. MuchlisIlustrasi Jiwasraya

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengaku pihaknya akan mendukung Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hexana Trisasongko dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Benny Tjokrosaputro ke Polisi.

Hexana dilaporkan Benny ke polisi karena diduga telah mencemarkan nama baiknya soal dugaan korupsi Rp 13 triliun di Jiwasraya.

“Enggak masalah kami akan support (Hexana), namanya orang melapor ya bebas aja. Tapi kan kita tahu permasalahannya bukan seperti itu,” ujar Arya di DPR RI, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Arya menjelaskan, pernyataan soal dugaan korupsi Rp 13 triliun di investasi Jiwasraya yang diungkapkan Hexana disalahartikan oleh beberapa media. Namun, hal tersebut sudah diklarifikasi oleh manajemen Jiwasraya.

“Jadi sepertinya ada salah tulis aja. Jadi kita tetap support pak Hexana untuk hal ini. Karena kita liat beliau udah terlanjur bicara soal itu,” kata Arya.

Baca juga: Komisi VI Benarkan Pemerintah Ajukan Skema Suntik Modal ke Jiwasraya

Sebelumnya, tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Benny Tjokro melaporkan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu terdaftar dalam nomor LP/1250/II/YAN2.5/2020/SPKT PMJ, 24 Februari 2020.

Kuasa hukum Benny, Muchtar Arifin mengatakan bahwa Hexana dilaporkan atas kasus dugaan pencemaran nama baik atau fitnah.

Hexana diduga menyebarkan fitnah tentang korupsi PT Asuransi Jiwasraya saat menghadiri rapat di DPR RI pada Rabu (20/2/2020).

Saat menghadiri rapat itu, Hexena mengatakan bahwa kerugian negara dalam bentuk gagal membayar Jiwasraya senilai Rp 13 Triliun merupakan saham Benny Tjokro.

"Ini tentu tidak sesuai dengan fakta. Kami anggap ini merupakan fitnah yang merugikan nama baik dari klien kami," ujar Muchtar di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020).

Muchtar menduga pernyataan yang dilontarkan Hexana itu bertujuan untuk menggiring opini bahwa tersangka utama kasus korupsi Jiwasraya adalah Benny Tjokro.

"Jadi sepertinya ada sesuatu yang disengaja dilakukan oleh Dirut Jiwasraya ini untuk memposisikan klien kami sebagai pelaku utama terhadap kerugian ini. Ini suatu skenario yang kami pikir cukup menjadi beban bagi klien kami," ungkap Muchtar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X