Kemenhub: Arahan Presiden, Transportasi Publik Harus Tetap Berjalan

Kompas.com - 17/03/2020, 15:45 WIB
Suasana keramaian penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020). Mulai Kamis (13/2/2020), malam hari dilakukan rekayasa pola operasi KRL hingga tanggal 23 Februari mendatang hal tersebut sebabkan penumpukan penumpang. KOMPAS.com/M ZAENUDDINSuasana keramaian penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020). Mulai Kamis (13/2/2020), malam hari dilakukan rekayasa pola operasi KRL hingga tanggal 23 Februari mendatang hal tersebut sebabkan penumpukan penumpang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan memastikan kebersihan dan layanan transportasi publik tetap terjaga di tengah mewabahnya Covid-19.

“Sesuai arahan bapak Presiden bahwa transportasi publik harus tetap berjalan untuk melayani masyarakat, kami telah berkoordinasi dengan seluruh operator transportasi untuk memastikan layanan tetap berjalan serta kebersihannya tetap terjaga,” ujar Juru Bicara Menteri Perhubungan Adita Irawati dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2020).

Adita menambahkan, Kemenhub bersama seluruh operator transportasi telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana bertransportasi yang sehat untuk mencegah penularan virus corona terjadi di transportasi publik.

Baca juga: IHSG Terus Tersungkur, Bagaimana Nasib Portofolio Investasi?

“Sekali lagi kami mengimbau kepada masyarakat yang masih menggunakan transportasi publik agar juga tetap terus menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan, serta menghindari perjalanan dengan transportasi publik bagi yang merasa sakit untuk mencegah penularan,” kata dia.

Diketahui, jumlah pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia bertambah menjadi 134 kasus hingga Senin (16/3/2020) kemarin.

Angka ini bertambah 17 kasus baru dari pengumuman yang dilakukan Senin kemarin.

Baca juga: Ini Sektor Industri yang Paling Terdampak Virus Corona

Kendati demikian, pemerintah belum menjadikan lockdown sebagai opsi untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Presiden Jokowi telah menyebutkan bahwa yang terpenting saat ini adalah mengurangi mobilitas orang, menjaga jarak serta mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko lebih besar penyebaran Covid-19.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan aktivitas yang produktif dari rumah.

"Kebijakan belajar dari rumah kerja dari rumah dan ibadah di rumah perlu terus kita gencarkan untuk menghindari Covid-19 dengan tetap mempertahankan pelayanan kepada masyarakat," kata dia.

Baca juga: Sri Mulyani Kerja dari Rumah, Apa Saja yang Dilakukan?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X