BPS Kaji Kemungkinan Petugas Sensus 2020 Dilatih via Online

Kompas.com - 01/04/2020, 14:33 WIB
Seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) mendatangani komitmen bersama dukung sensus penduduk saat rapat koordinasi daerah sensus penduduk 2020 di Pendapa Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (6/2/2020). Sensus penduduk oleh BPS secara online pada 15 Februari hingga 31 Maret dan wawancara langsung di rumah pada satu Juli hingga 31 Juli 2020 yang dilaksanakan setiap lima atau sepuluh tahun sekali serentak di seluruh Indonesia tersebut untuk menghitung jumlah penduduk serta mengumpulkan informasi dasar kependudukan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc. ANTARAFOTO/Oky LukmansyahSeorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) mendatangani komitmen bersama dukung sensus penduduk saat rapat koordinasi daerah sensus penduduk 2020 di Pendapa Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (6/2/2020). Sensus penduduk oleh BPS secara online pada 15 Februari hingga 31 Maret dan wawancara langsung di rumah pada satu Juli hingga 31 Juli 2020 yang dilaksanakan setiap lima atau sepuluh tahun sekali serentak di seluruh Indonesia tersebut untuk menghitung jumlah penduduk serta mengumpulkan informasi dasar kependudukan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) melakukan sejumlah penyesuaian pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 alias SP2020 akibat wabah virus corona (Covid-19).

Selain memperpanjang masa pengisian Sensus Penduduk Online hingga 29 Mei 2020, BPS tengah mengkaji kemungkinan pelatihan online bagi petugas sensus, jika wabah virus belum kunjung pulih.

"Nanti ada tahap pelatihan semua instruktur mulai nasional, daerah, dan juga petugas lapangan. Sekarang lagi kita kaji lewat online pelatihan itu," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi video, Rabu (1/4/2020).

Baca juga: Sensus Penduduk Online Diperpanjang, Ini Panduan Pengisian Datanya

Seperti diketahui, BPS membuka lowongan bagi sekitar 390.000 petugas guna menyukseskan program sensus yang digelar setiap sekali dalam sepuluh tahun tersebut.

Selain itu, sensus penduduk tatap muka atau wawancara juga mengalami penyesuaian waktu pelaksanaan.

Sensus yang semula bakal dilakukan tanggal 1-31 Juli 2020 diundur menjadi tanggal 1 hingga 30 September 2020.

Suhariyanto menyebut, penyesuaian itu telah melalui modifikasi alias pertimbangan dengan perkembangan yang ada. Pihaknya memprediksi, wabah corona sudah berakhir saat sensus wawancara pada bulan September dilakukan.

"Ketika kita merancang jadwal ini, Covid-19 diperkirakan sudah berakhir. Kalau belum memungkinkan, tetap ada penyesuaian lagi," ungkapnya.

Baca juga: Masa Pengisian Sensus Penduduk Online Diperpanjang hingga 29 Mei 2020

Adapun hingga Senin (30/3/2020), sudah 32,4 juta orang yang mengisi sensus penduduk online.

Dengan imbauan phisycal distancing yang diberlakukan oleh pemerintah, jumlah masyarakat yang mengisi sensus secara online diproyeksi bakal terus meningkat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X