Penutupan Perdagangan Sesi I, IHSG dan Rupiah Melemah

Kompas.com - 08/04/2020, 12:07 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (7/4/2020), terlihat Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) berada di zona merah.

Demikian juga dengan kurs rupiah yang terpantau terus melemah.

Kurs referensi di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) terpantau melemah menjadi Rp 16.245 per dollar AS dibandingkan sebelumnya, yakni Rp 16.410 per dollar AS.

Baca juga: Melemah, Berikut Kurs Rupiah terhadap Dollar AS Hari Ini di 5 Bank

Berdasarkan data Bloomberg, posisi rupiah pukul 11.00 WIB terpantau melemah 65 poin (0,40 persen) pada level Rp 16.265 per dollar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 16.200 per dollar AS.

Sementara itu dari data RTI, pada pukul 11.30 WIB, IHSG berada pada level 4.627,7 atau turun 3,16 persen (150,93 poin) dibanding penutupan sebelumnya 4.778,63.

Sebanyak 71 saham melaju di zona hijau dan 308 saham merah. Sedangkan 121 saham lainnya stagnan.

Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 3,2 triliun dengan volume 3,7 miliar saham. IHSG sempat menyentuh titik tertinggi pada level 4.780,21 dan titik terendah pada level 4.618,22.

Baca juga: Pembukaan Perdagangan, IHSG Langsung Melorot

Beberapa saham Asia juga terpantau berada di zona merah, seperti Hang Seng yang turun 0,99 persen, Strait Times naik 2,21 persen dan Indeks Komposit Shanghai yang juga turun 0,31 persen. Sementra indeks Nikkei terpantau naik 1,31 persen.

Hingga siang ini terpantau indeks sektor unggulan perbankan, consumer, konstruksi, properti dan resources berada di zona merah.

Sementara emiten yang berhasil melambung antara lain, emiten Sejahtera Bintang Abadi Textile (SBAT) yang meroket 34,2 persen, Victoria Insurance (VINS) yang meroket 32,2 persen, Meta Epsi (MTPS) yang naik 25 persen, Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) naik 14,7 persen, dan Acset Indonusa (ACST) yang juga naik 11,3 persen.

Baca juga: Begini Proyeksi IHSG Hari Ini

Adapun emiten yang berada pada level terbawah antara lain PP Properti (PPRO) dengan penurunan 6,9 persen, Erajaya Swasembada (ERAA) yang juga turun 6,6 persen, PT PP (Persero) (PTPP) turun 6,5 persen, Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang turun 6,5 persen dan Pakuwon Jaya (PWON) yang juga terdorong turun 6,4 persen.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tata Cara Lengkap Refund Dana Haji Reguler, Khusus, serta Pelimpahan Porsi

Tata Cara Lengkap Refund Dana Haji Reguler, Khusus, serta Pelimpahan Porsi

Whats New
Luhut Minta Menkes Pelopori Protokol untuk Pelaku Usaha Jelang New Normal

Luhut Minta Menkes Pelopori Protokol untuk Pelaku Usaha Jelang New Normal

Whats New
IHSG dan Rupiah Hari Ini Diprediksi Bakal Rally

IHSG dan Rupiah Hari Ini Diprediksi Bakal Rally

Whats New
Jaga Kelangsungan Usaha di Masa Pandemi, Menaker Terbitkan Surat Edaran

Jaga Kelangsungan Usaha di Masa Pandemi, Menaker Terbitkan Surat Edaran

Whats New
Pemerintah Tambah Subsidi Bunga, Ini Syarat UMKM Bisa Mendapatkan Relaksasi KUR

Pemerintah Tambah Subsidi Bunga, Ini Syarat UMKM Bisa Mendapatkan Relaksasi KUR

Whats New
Pertama Kalinya dalam 29 Tahun, Australia Mengalami Resesi

Pertama Kalinya dalam 29 Tahun, Australia Mengalami Resesi

Whats New
Luhut: Pasca Pandemi, Pemerintah Fokus Hilirisasi Minerba

Luhut: Pasca Pandemi, Pemerintah Fokus Hilirisasi Minerba

Whats New
Perusahaan Wajib Daftarkan Pekerjanya di Program Tapera Paling Lambat 2027

Perusahaan Wajib Daftarkan Pekerjanya di Program Tapera Paling Lambat 2027

Whats New
[POPULER MONEY] Luhut Tantang Pengritik Utang Negara | Tagihan Listrik Raffi Ahmad

[POPULER MONEY] Luhut Tantang Pengritik Utang Negara | Tagihan Listrik Raffi Ahmad

Whats New
Upah Maksimal Rp 8 Juta Berhak Ajukan Pembelian Rumah Melalui Program Tapera

Upah Maksimal Rp 8 Juta Berhak Ajukan Pembelian Rumah Melalui Program Tapera

Whats New
New Normal, Maskapai Diminta Tutup Fasilitas Toilet Pesawat Selama Penerbangan

New Normal, Maskapai Diminta Tutup Fasilitas Toilet Pesawat Selama Penerbangan

Whats New
Tembus Pasar Eropa, Ini Kelebihan Kacang Tanah Lurik Asal NTT

Tembus Pasar Eropa, Ini Kelebihan Kacang Tanah Lurik Asal NTT

Whats New
Holding BUMN Perkebunan Targetkan Produksi 1 Juta Ton Gula

Holding BUMN Perkebunan Targetkan Produksi 1 Juta Ton Gula

Whats New
Pemerintah Alokasikan Rp 52,27 Triliun bagi 12 BUMN,  Untuk Apa?

Pemerintah Alokasikan Rp 52,27 Triliun bagi 12 BUMN, Untuk Apa?

Whats New
Tagihan Listrik Rumah Raffi Ahmad Rp 17 Juta Per Bulan, Ini Kata PLN

Tagihan Listrik Rumah Raffi Ahmad Rp 17 Juta Per Bulan, Ini Kata PLN

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X