New Normal, Asosiasi Ojek Online Minta Penumpang Bawa Helm Sendiri

Kompas.com - 27/05/2020, 12:29 WIB
Ratusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya. KOMPAS.com/RAJA UMARRatusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda Indonesia) telah menyiapkan protokol pengangkutan penumpang pada periode normal baru atau new normal.

Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, walaupun saat ini ojol masih tidak diperbolehkan mengangkut penumpang di banyak wilayah, pihaknya telah menyiapkan langkah preventif penyebaran Covid-19 pada periode new normal.

"Apabila ojol sudah diperbolehkan membawa penumpang, maka diharapkan penumpang mendapatkan layanan ojol yang bersih dan higienis optimal," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Baca juga: Hipmi Minta Pengusaha Muda Siap Terapkan Protokol New Normal

Berbagai protokol akan dilakukan pengemudi ojol. Salah satunya adalah meminta penumpang untuk membawa helm masing-masing.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisasi potensi penyebaran Covid-19 melalui helm.

Kendati demikian, driver ojol masih akan menyediakan helm selama masa sosialisasi dilakukan.

"Sementara masih perlu waktu untuk sosialisasi dulu. Target kami sosialisasi satu bulan," kata dia.

Baca juga: Tak Punya SIKM, Tidak Bisa Naik Kereta dari dan ke Stasiun Gambir

Selain itu, Igun juga telah menyiapkan berbagai protokol lainnya, seperti meminta kepada pengemudi dan penumpang untuk seminimal mungkin melakukan kontak hingga penggunaan atribut lengkap bagi pengemudi.

"Garda berharap pemerintah maupun otoritas terkait penanganan Covid-19 dapat melibatkan asosiasi dalam menguatkan protokol kesehatan dan basic hygiene untuk memasuki fase the new normal," ucapnya.

Baca juga: Ini Alasan Pengusaha Mau Buka Kembali 67 Mal di Jakarta pada 5 Juni



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X