PEN Berpihak pada Rakyat

Kompas.com - 08/06/2020, 07:08 WIB
Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berdasarkan fungsi -Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berdasarkan fungsi

Kritik pun datang, misalnya dari Faisal Basri, yang mengatakan program PEN justru banyak ditujukan kepada BUMN daripada UMKM. Benarkah begitu?

Rancangan Alokasi PEN yang telah dibuat Pemerintah sebagai berikut:

Jika informasi yang disajikan dibaca dengan cermat, maka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini sudah tepat dan bijak. Dukungan fiskal ini mampu mengakomodasi supply side dan demand side dengan menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia terlebih masyarakat rentan dan semua skala bisnis, terutama yang berasal dari sektor UMKM dan informal.

Dari sisi demand, PEN mengalokasikan Rp 205,20 triliun yang terdiri dari program perlindungan sosial (Rp 203,9 triliun ) dan insentif perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Rp 1,3 triliun).

Alokasi perlindungan sosial mengambil porsi terbesar, yakni 35 triliun dari total anggaran PEN. Artinya, anggaran ini digunakan untuk ekonomi kelompok rentan, tidak berpenghasilan, dan masyarakat yang terkena PHK.

Dengan basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos, Pemerintah memperluas cakupan penerima manfaat dan meningkatkan alokasi bantuan sosial bagi peserta existing di bottom 40 persen untuk PKH dan kartu sembako. Sedangkan, untuk peserta tambahan akan terus menerima manfaat hingga akhir tahun.

Begitu pula dengan program baru yang tidak hanya menyasar bottom 40 persen tetapi juga non bottom 40 persen yakni kartu prakerja, subsidi listrik, bansos sembako Jabodetabek, BLT non Jabodetabek, BLT Dana Desa, dan pengadaan logistik/pangan/sembako.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jangka waktu penerimaan bantuan ini juga telah diperpanjang hingga akhir Desember 2020. Hal ini menunjukkan bahwa kesejahteraan rakyat merupakan prioritas negara.

Dari sisi supply, sektor UMKM sebagai penyumbang PDB terbesar yakni 60,34 persen PDB (Kemenkop, 2018) dan menyerap tenaga kerja sebesar 97,02 persen ini tak luput dari perhatian Pemerintah. Sektor ini mendapatkan alokasi 21 persen dari total anggaran PEN. Hal ini menjadikan UMKM mendapatkan porsi terbesar kedua dalam PEN setelah perlindungan sosial.

Selanjutnya, dukungan terhadap dunia usaha diberikan melalui insentif perpajakan yang mengambil porsi 20 persen dari total anggaran PEN, 16 persen anggaran PEN untuk sektoral dan PEMDA, sedangkan porsi paling kecil sebesar 8 persen untuk pembiayaan korporasi.

Alokasi Program PEN (Rp triliun) berdasarkan Supply Side

- Alokasi Program PEN (Rp triliun) berdasarkan Supply Side

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.