KILAS

Penuhi Kebutuhan Pelanggan di Jatim, PGN Gandeng 3 Produsen Gas Hulu

Kompas.com - 26/06/2020, 14:00 WIB
Penandatanganan LoA Jual Beli Gas Bumi tahap ketiga antara PGN dengan produsen gas hulu, Jumat (16/6/2020). DOK. PGNPenandatanganan LoA Jual Beli Gas Bumi tahap ketiga antara PGN dengan produsen gas hulu, Jumat (16/6/2020).

KOMPAS.com - Perusahaan Gas Negara (PGN) menggandeng tiga produsen gas hulu untuk memasok kebutuhan gas pelanggan di Jawa Timur (Jatim) yang semakin meningkat.

Direktur Komersial Perusahaan Gas Negara (PGN) Faris Aziz mengatakan,  pihaknya menandatangani Letter of Acceptance (LoA) tahap ketiga dengan ketiga produsen gas hulu pada Jumat (16/6/2020),

Adapun produsen gas hulu yang dimaksud adalah Kangean Energy Indonesia Ltd dengan pasokan gas sebesar 31,3 Billion British Thermal Unit Per Day (BBTUD), dan Ophir Indonesia (Madura Offshore) Pty Ltd dengan pasokan gas sebesar 15 BBTUD.

Di sisi lain, hal tersebut juga menjadi wujud komitmen PGN dalam mengimplementasikan Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) 89K/ 2020.

Baca juga: Meski Pandemi, PGN Tetap Bangun Infrastruktur dan Layani Konsumen

Perlu diektahui, sampai saat ini pelanggan gas PGN di Jatim mencapai lebih dari 72.500 dan lebih dari 550 pelanggan industri.

“Secara keseluruhan, ada sekitar 50 pelanggan industri Jatim yang menerima manfaat Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 89K/2020 dengan alokasi gas sebesar 74,76 BBTUD. Kami akan mengupayakan yang terbaik,” kata Faris, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya, PGN dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kerja (WK) Madura offshore juga telah melakukan penandatanganan LoA pembelian gas sebesar 19 BBTUD untuk pemenuhan kebutuhan gas industri Jatim.

Dengan demikian, PGN telah menandatangani 7 dari 14 dokumen LoA.

Direktur Utama PGN Suko Hartono mengatakan, saat ini PGN memang fokus menjangkau wilayah-wilayah baru yang belum terakses infrastruktur gas bumi.

Baca juga: PGN Sepakati Penetapan Harga Gas dengan Pelanggan Industri Tertentu

Otomatis, hal tersebut mengharuskan adanya jaminan pasokan dan infrastruktur gas bumi yang memadai.

“Kami sedang mengupayakan inovasi dan strategi berbasis teknologi agar penyaluran gas bumi melalui infrastruktur baru khususnya nonpipa semakin masif,” kata Suko.

Suko pun berharap, program perluasan layanan konektivitas dan aksesibilitas gas bumi PGN mampu mengoptimalkan pengembangan layanan industri dan komersial.

“PGN sebagai subholding dan keluarga besar holding migas akan menjadi bagian dari solusi nyata pemanfaatan gas bumi nasional, kemandirian energi, dan ketahanan energi berkelanjutan,” kata Suko.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Arti Leasing dan Bedanya dengan Kredit

Mengenal Arti Leasing dan Bedanya dengan Kredit

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

Rilis
Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Rilis
Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Whats New
Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Whats New
Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Whats New
Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Earn Smart
Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Whats New
Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Whats New
Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Whats New
[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

Rilis
Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Whats New
Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Whats New
Pengertian Zakat, Hukum, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Pengertian Zakat, Hukum, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Spend Smart
Partisipasi Telkom di Hannover Messe 2021 Dukung Kedaulatan Digital Indonesia

Partisipasi Telkom di Hannover Messe 2021 Dukung Kedaulatan Digital Indonesia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X