Dalam 2 Hari, 12.000 Pekerjaan Lenyap di Inggris

Kompas.com - 03/07/2020, 06:39 WIB
Ilustrasi Inggris. ThinkstockIlustrasi Inggris.

LONDON, KOMPAS.com - Lebih dari 12.000 pegawai di Inggris kehilangan pekerjaannya dalam dua hari. Ini sejalan dengan gelombang perusahaan yang mengumumkan pemangkasan pegawai.

Dilansir dari BBC, Jumat (3/7/2020), pemangkasan jumlah pegawai ini paling banyak terjadi di sektor ritel dan penerbangan. Kedua sektor ini paling parah terdampak kebijakan lockdown akibat pandemi virus corona.

Beberapa perusahaan di Inggris telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja alias PHK karyawan. Sebagai contoh, induk usaha Topshop Arcadia dan Harrods menyatakan berencana memangkas total 1.180 pegawai.

Baca juga: Terpukul Pandemi, Airbus Bakal PHK 15.000 Pegawai

Selain itu, perusahaan konsultan management Accenture memangkas 900 pegawai. Adapun raksasa pabrikan pesawat Airbus melakukan PHK terhadap 1.700 orang pegawai.

Sementara itu, maskapai penerbangan EasyJet memangkas 1.300 awak kabin dan 727 orang pilot.

Sektor bisnis terpukul parah sejak Inggris menerapkan lockdown pada 23 Maret 2020 lalu. Meskipun kebijakan lockdown dilonggarkan secara bertahap, namun permintaan konsumen masih tertekan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi sebagian besar perusahaan, biaya terbesar adalah gaji pegawai. Agar tetap bertahan, perusahaan-perusahaan di Inggris memanfaatkan skema tunjangan bagi pegawai.

Program yang digelontorkan pemerintah Inggris adalah menanggung 80 persen upah terhadap lebih dari 9 juta pekerja. Program ini akan berakhir pada Oktober 2020 mendatang.

Baca juga: 10 Taktik Bangkit setelah Hadapi PHK (Bagian 1)

Adapun sektor ritel terpukul paling parah lantaran sudah "berdarah-darah" sejak sebelum pandemi virus corona. Salah satunya lantaran ada perubahan kebiasaan konsumen, yakni meningkatnya tren belanja online.

Namun demikian, pandemi virus corona telah menciptakan tekanan besar terhadap sektor yang sudah melemah itu.

Sementara itu, permintaan transportasi udara merosot lebih dari 90 persen pada April dan Mei 2020. Sebab, maskapai-maskapai terpukul kebijakan lockdown dan larangan perjalanan yang diterapkan sebagian besar negara di dunia.

Level normal permintaan transportasi udara pun diprediksi tidak akan kembali hingga tiga tahun ke depan.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut BI-Fast, Anabatic Siapkan Digital Xformation Platform

Sambut BI-Fast, Anabatic Siapkan Digital Xformation Platform

Whats New
Kemendikbud Ristek Sebut Anggaran Rp 3,7 Triliun Tak Hanya untuk Laptop

Kemendikbud Ristek Sebut Anggaran Rp 3,7 Triliun Tak Hanya untuk Laptop

Whats New
Pemanfaatan Fitur Wakaf pada Produk Asuransi Syariah Masih Rendah

Pemanfaatan Fitur Wakaf pada Produk Asuransi Syariah Masih Rendah

Whats New
Erick Thohir: Pertamina Punya Kapabilitas Jadi Perusahaan Besar Dunia

Erick Thohir: Pertamina Punya Kapabilitas Jadi Perusahaan Besar Dunia

Whats New
Pemerintah Gelontorkan Anggaran PEN Rp 305,50 Triliun untuk Penanganan Covid-19

Pemerintah Gelontorkan Anggaran PEN Rp 305,50 Triliun untuk Penanganan Covid-19

Whats New
Kabar Gembira, Sri Mulyani Bebaskan Pajak Sewa Toko di Pasar dan Mal hingga Oktober 2021

Kabar Gembira, Sri Mulyani Bebaskan Pajak Sewa Toko di Pasar dan Mal hingga Oktober 2021

Whats New
Cara TaniHub Group Menjaga Kualitas Pelayanan di Tengah Pandemi Covid-19

Cara TaniHub Group Menjaga Kualitas Pelayanan di Tengah Pandemi Covid-19

Rilis
Erick Thohir Rombak Jajaran Komisaris IFG

Erick Thohir Rombak Jajaran Komisaris IFG

Whats New
Sri Mulyani: Menjelaskan 4 Level PPKM ke Masyarakat Tidak Mudah

Sri Mulyani: Menjelaskan 4 Level PPKM ke Masyarakat Tidak Mudah

Whats New
[TREN LIFE HACK KOMPASIANA] Membuat Mainan dari Kardus Bekas | Tips Teknik Berjalan Mendaki dan Turun Gunung

[TREN LIFE HACK KOMPASIANA] Membuat Mainan dari Kardus Bekas | Tips Teknik Berjalan Mendaki dan Turun Gunung

Rilis
PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Syarat Naik KA Jarak Jauh dan KA Lokal

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Syarat Naik KA Jarak Jauh dan KA Lokal

Whats New
PPKM Diperpanjang Lagi, Bioskop CGV Rambah Layanan Pesan Antar Makanan

PPKM Diperpanjang Lagi, Bioskop CGV Rambah Layanan Pesan Antar Makanan

Whats New
Beredar Foto Bilyet Giro Rp 2 Triliun Sumbangan Akidi Tio, Apa Itu?

Beredar Foto Bilyet Giro Rp 2 Triliun Sumbangan Akidi Tio, Apa Itu?

Whats New
Hingga Akhir Juni 2021, Dana yang Dihimpun Securities Crowdfunding Lebih dari Rp 290 Miliar

Hingga Akhir Juni 2021, Dana yang Dihimpun Securities Crowdfunding Lebih dari Rp 290 Miliar

Whats New
Masuk Daftar Fortune 500, Pertamina Ungguli Tesla hingga Repsol

Masuk Daftar Fortune 500, Pertamina Ungguli Tesla hingga Repsol

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X