Berbakteri, 1,5 Ton Benih Sawi Asal Korea Selatan Dimusnahkan

Kompas.com - 17/07/2020, 15:53 WIB
Ilustrasi pemusnahan bibit pangan berbakteri, Senin (7/10/2019). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKIlustrasi pemusnahan bibit pangan berbakteri, Senin (7/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Surabaya melakukan pemusnahan 1,5 ton benih sawi putih asal Korea Selatan.

Benih sawi putih senilai Rp 1,2 miliar tersebut dimusnahkan karena mengandung bakteri kategori golongan A1 atau belum ditemukan di Indonesia.

Berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Karantina Pertanian Surabaya bakteri yang ditemukan adalah Pseudomonas viridiflava kategori golongan A1 dan Pseudomonas chicorii golongan A2.

Baca juga: PLN : 18.183 Pelanggan Sudah Mendaftar Program Diskon Tambah Daya

“Tindakan pemusnahan ini dilakukan, karena P. viridiflava menurut statusnya belum ditemukan di Indonesia dan tidak bisa diberi perlakuan, sedangkan untuk P. chicorii sudah ada di Indonesia serta memiliki inang yang luas," ungkap Musyaffak Fauzi Kepala Karantina Pertanian Surabaya dalam keterangan resminya, Jumat (17/6/2020).

Ia mengatakan, adanya mikroorganisme dalam benih sawi putih tersebut merupakan ancaman serius bagi pertanian di Indonesia, khususnya pertanaman hortikultura.

Pemusnahan komoditas asal Negeri Gingseng ini dilakukan di PT. KSI Kediri dengan cara di bakar. Musyaffak bilang, komoditas yang masuk ke dalam negeri harus lulus uji terlebih dahulu sebelum digunakan.

Ia menjelaskan, ada persyaratan yang perlu dipenuhi dalam proses pemasukan benih sawi putih ke Indonesia, yakni terdapat Surat Ijin Pemasukan dari Menteri Pertanian.

Baca juga: Cara dan Tarif Mendaftarkan Hak Merek secara Online

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X