Motor Listrik Buatan RI Akan Dipamerkan di Makau

Kompas.com - 24/08/2020, 13:45 WIB
Motor listrik karya Katalis Company yang akan diikutsertakan dalam kegiatan pameran di Macau, China, pada akhir Agustus ini, Senin (24/8/2020). Dokumentasi Humas Kementerian PerindustrianMotor listrik karya Katalis Company yang akan diikutsertakan dalam kegiatan pameran di Macau, China, pada akhir Agustus ini, Senin (24/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu produsen motor listrik dalam negeri Katalis Company akan memamerkan produknya di Galeri The Arsenale, Makau pada akhir Agustus 2020.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menilai, karya anak bangsa mampu menciptakan kendaraan yang ramah lingkungan sesuai tren pasar global.

“Kami mengapresiasi Katalis yang telah berkontribusi dalam menciptakan sepeda motor listrik Katalis EV 1.000,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2020).

Baca juga: Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Pelabuhan Patimban Akan Lebih Besar Dari Tanjung Priok

“Katalis EV 1.000 ini akan dikirim ke galeri The Arsenale di Makau pada akhir bulan Agustus ini,” lanjut dia.

Sepeda motor listrik Katalis EV.1000 tersebut merupakan hasil kerja sama dengan The Arsenale, galeri otomotif terkemuka di dunia asal Perancis, yang menawarkan alat transportasi dan produk-produk yang mengedepankan inovasi desain dan teknologi.

Mengenai spesifikasinya, Katalis EV 1.000 mengusung motor listrik berkapasitas 1.000 watt yang disokong baterai 48V 45Ah, dengan pengatur berdaya 48-72 Volt. Motor ini mampu dipacu dengan kecepatan 80 km/jam hingga jarak tempuh 90 km dalam sekali isi daya.

Desain produk ini mengambil ide dari pesawat tempur dengan kesan kokoh dan garang.

Baca juga: 800.000 Peserta yang Lolos Pendaftaran Kartu Prakerja Diumumkan Pekan Ini

Lebih lanjut, dalam upaya mendukung produksi kendaraan bermotor listrik di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Regulasi ini antara lain mengatur tentang tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) bagi industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan industri komponennya.

“Dalam Pasal 8 di Perpres tersebut, disebutkan penggunaan komponen dalam negeri untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai beroda dua dan/atau tiga pada tahun 2019-2023 minimum sebesar 40 persen,” kata Gati.

Baca juga: Simak Prospek Logam Mulia Paling Cuan hingga Akhir 2020



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X