KILAS

Antisipasi Kekeringan, Mentan Minta Petani Terapkan 2 Cara Ini

Kompas.com - 21/09/2020, 15:58 WIB
Foto : Sawah milik para petani di areal persawahan Jaring Laba-laba di Desa Meler, kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, mulai mongering akibat kemarau panjang, Minggu (12/9/2020). Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Sawah milik para petani di areal persawahan Jaring Laba-laba di Desa Meler, kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, mulai mongering akibat kemarau panjang, Minggu (12/9/2020).


KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, kondisi kekeringan bisa diantisipasi dengan dengan dua cara.

“Cara pertama, petani harus berkoordinasi dengan pidak dan dinas terkait untuk membuat konservasi air seperti embung yang fungsinya bisa menampung air,” katanya, Senin (21/9/2020).

Cara kedua, sambung SYL, para petani dapat mengasuransikan lahan pertanian miliknya.

Sebagai informasi, kondisi kekeringan itu terjadi di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakibatkan para petani mengalami gagal tanam dan gagal panen.

Baca juga: Kementan Perketat Distribusi Pupuk dengan Menerapkan Sistem eRDKK

Pernyataan ini diperkuat oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy.

“Untuk konservasi air, dengan lahan yang minim sumber air maka embung bisa menjadi pilihan," tutur Eddhy seperti dalam keterangan tertulisnya.

Meski demikian, Edhy kembali mengungkapkan, cara terbaik buat menjaga lahan di daerah rawan bencana adalah asuransi. Pasalnya, asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana.

Baca juga: Antisipasi Kekeringan, Kementan Bangun 2 Embung di Enrekang Sulsel

Ia mengatakan, dengan asuransi, petani tidak perlu khawatir untuk beraktivitas, -arena lahannya ter-cover asuransi.

" Lahan yang gagal panen bisa mendapat klaim dari asuransi dan petani bisa kembali bersiap menanam,” sambung Edhy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X