Wapres Ma'ruf: Mau Bangun Ekonomi Kerakyatan? Manfaatkan Ziswaf

Kompas.com - 09/10/2020, 12:33 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan di ulnag tahun DPD RI ke-16, Kamis (1/10/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan di ulnag tahun DPD RI ke-16, Kamis (1/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin mengatakan, ekonomi kerakyatan di Indonesia akan kuat dan berdaya saing bila ditopang oleh pemanfaatan zakat, infaq, sodaqoh, dan wakaf (Ziswaf).

Menurut Ma'ruf, gerakan filantropi dari optimasi Ziswaf itu berpotensi besar, mengingat populasi masyarakat muslim di Indonesia merupakan populasi terbanyak di dunia. Pemanfaatan Ziswaf pun mampu menjamin kesejahteraan masyarakat di akhirat.

"Apabila kesadaran itu kita galang terus dan dimanfaatkan menjadi modal produktif bagi jutaan UMKM di kota dan desa, maka jadi faktor pembeda bagi pembangunan ekonomi nasional," kata Ma'ruf dalam seminar virtual HPN, Peran Serta Pengusaha Nahdliyin dalam Revitalisasi Ekonomi Nasional, Jumat (9/10/2020).

Baca juga: Lembaga Rating Investasi dan LPS Koperasi Bisa Dorong Ekonomi Kerakyatan

Selain Ziswaf, ekonomi kerakyatan bertumbuh bila pemerintah menempuh jalur pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya UMKM merupakan sektor yang paling banyak menjangkau masyarakat.

Tercatat, UMKM merupakan penggerak ekonomi yang dominan karena 90 persen tenaga kerja Indonesia mampu terserap di dalamnya. Kontribusinya terhadap perekonomian nasional pun cukup besar, dari sisi pajak maupun non-pajak.

"Kesuksesan memberdayakan UMKM merupakan pintu gerbang bagi ekonomi kita dan pemerataan hasil pembangunan di Indonesia," papar Ma'ruf.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Ma'ruf, pemberdayaan UMKM melengkapi segala keunggulan yang sudah dimiliki Indonesia, baik dari sumber daya yang berlimpah, potensi pasar domestik dan global, serta dukungan perangkat regulasi negara yang lebih ringkas.

"Ini semua tidak berarti jika tidak didukung oleh pelaku usaha UMKM. Karena pembangunan ekonomi ditentukan oleh kualitas dan progres pelaku ekonomi, khususnya pelaku usaha," pungkas Ma'ruf.

Baca juga: Mendag: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Berkomitmen Revitalisasi Pasar Rakyat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.