China Bantah Lancarkan "Jebakan Utang" di Negara-negara Afrika

Kompas.com - 20/10/2020, 10:01 WIB
Foto ini diunggah oleh Negosiator AS, Marshall Billingslea di akun Twitternya. Bendera China di meja rapat perundingan START pada Senin (22/6/2020) kemarin, di Vienna, Austria. Perundingan START merupakan perjanjian antara AS-Rusia. AS bersikeras agar China ikut serta. Namun sampai menjelang rapat berlangsung, pihak China tidak hadir. Twitter @USArmsControlFoto ini diunggah oleh Negosiator AS, Marshall Billingslea di akun Twitternya. Bendera China di meja rapat perundingan START pada Senin (22/6/2020) kemarin, di Vienna, Austria. Perundingan START merupakan perjanjian antara AS-Rusia. AS bersikeras agar China ikut serta. Namun sampai menjelang rapat berlangsung, pihak China tidak hadir.

KOMPAS.com - Pemerintah China membantah keras tudingan kalau mereka telah mengatur jebakan utang atau debt trap di negara-negara Afrika seperti Nigeria. Tudingan tersebut dinilai tidak berdasar.

Konsul Jenderal China di Lagos (Nigeria), Chu Maoming, menegaskan pemerintah China sama sekali tak menggunakan instrumen bantuan utang untuk mendesain diplomasi perangkap utang di Afrika.

Kata dia, utang dari China tak begitu mendominasi di Afrika. Utang terbesar negara-negara Benua Hitam justru lebih banyak disumbang lembaga keuangan internasional.

"Jika kita merinci utang negara-negara Afrika, sebesar lebih dari dua per tiga berasal dari lembaga keuangan internasional dan kreditor komersial. Mereka yang lebih bertanggung jawab terkait keringanan utang," ujar Maoming dilansir dari The Guardian, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: 2 Periode Jokowi, Utang Luar Negeri RI Bertambah Rp 1.721 Triliun

Perangkap atau jebakan utang (debt trap) sendiri mengarah pada negara pemberi utang atau kreditor yang dengan sengaja memperpanjang kredit karena negara debitur mengalami kesulitan keuangan untuk membayar pinjaman yang jatuh tempo. 

Namun perpanjangan masa kredit biasanya mengandung syarat tertentu seperti negara kreditor mendapatkan konsesi ekonomi, bahkan politik, di negara debitur.

Untuk menjembatani kerja sama ekonomi di sana, China membentuk Forum on China-Africa Cooperation atau FOCAC. Bentuk bantuan China dalam FOCAC diklaim saling menguntungkan.

"Mengenai tuduhan palsu yang dibuat beberapa negara dan media terhadap China, saya ingin menunjukan bahwa bukanlah China yang memasang jebakan utang untuk Afrika. Dan China dengan tegas menolak label tersebut," tegas Maoming.

Baca juga: Gandeng Alibaba Group, Platform Ini Gratiskan Ongkir dari China

Menurut dia, justru lembaga keuangan dan negara kreditor lain yang melancarkan diplomasi jebakan utang dengan memberikan kredit namun dengan maksud terselubung. Maoming sendiri tak secara eksplisit menyebut negara-negara kreditor tersebut.

"Beberapa tahun yang lalu, ketika menangani masalah utang Afrika, negara-negara tertentu memasang banyak ikatan politik dan menetapkan standar dan ambang batas yang sulit dipenuhi oleh banyak negara Afrika," kata Maoming.

"Upaya mereka untuk mencampuri Afrika dengan memanfaatkan masalah utang telah banyak dikritik oleh negara-negara Afrika. China tidak pernah absen dalam hal mendukung Afrika. China akan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara Afrika serta menyelesaikan masalah utang melalui konsultasi persahabatan," kata dia lagi.

Ia melanjutkan, pemerintah China seringkali dituduh memiliki agenda terselubung dari pinjaman-pinjaman yang dikucurkan di Afrika. Padahal, banyak negara yang sudah terbantu dengan utang dari negaranya.

Baca juga: Beredar Isu Sinovac China Jual Vaksin Lebih Mahal ke RI, Benarkah?

“Dua puluh tahun sejak didirikan, FOCAC telah melakukan perjalanan yang luar biasa. Di bawah upaya bersama yang dilakukan oleh China dan Afrika selama dua dekade terakhir, FOCAC telah tumbuh menjadi lembaga yang penting dan dinamis bagi China dan Afrika untuk melakukan dialog kolektif serta mekanisme yang efektif untuk kerja sama praktis, dan mewakili bendera penting bagi Selatan," ucap dia.

Tak hanya ekonomi, banyak kerja sama China dengan Afrika di berbagai bidang yang difasilitasi dari FOCAC dan tentunya saling menguntungkan.

“Hubungan China-Afrika telah berkembang pesat di bawah bimbingan forum ini, dengan memperdalam rasa saling percaya politik, memperluas kerja sama praktis di semua bidang, dan lebih dekat antar orang dan pertukaran budaya. Hasil nyata dari forum tersebut telah sangat diakui oleh negara-negara Afrika dan secara luas dipuji oleh komunitas internasional," kata Maoming.

Baca juga: Janji Jokowi Pertumbuhan Ekonomi Meroket 7 Persen dan Realisasinya di 2015-2020



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X