Erick Thohir Bentuk BUMN Klaster Pangan, PT RNI Jadi Induknya

Kompas.com - 19/11/2020, 15:54 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).
DOK. Humas TelkomMenteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku telah membentuk klaster BUMN pangan. Nantinya, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan menjadi induknya.

PT RNI akan membawahi delapan perusahaan pelat merah yang terkait dengan pangan. Kedelapan perusahaan tersebut, yakni PT Berdikari (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), Perum Perikanan Indonesia, PT Pertani (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Garam (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero).

“Kami coba petakan input, production, offtake, primary processing, storage, trading, distribution, retail sales ini kami sinambungkan,” ujar Erick dalam webinar, Kamis (19/11/2020).

Baca juga: Erick Thohir Berencana Gabungkan 2 BUMN Perikanan, Perinus dan Perindo

Erick menambahkan, dengan adanya BUMN klaster pangan ini masing-masing fokus ke core bisnisnya. Dengan begitu, masing-masing perusahaan pelat merah tak akan saling membunuh.

“Jadi tidak overlapping satu dengan yang lainnya, bahkan sekarang saling membunuh antara BUMN dan juga akhirnya karena saling bunuh juga dengan swasta atau partner-nya, karena merasa tadi menara gading tadi,” kata mantan bos Inter Milan itu.

Erick menjelaskan, nantinya BUMN klaster pangan ini akan memfokuskan menggarap beberapa komoditas pangan. Misalnya, beras, jagung, gula, daging ayam, sapi, kambing, ikan, cabe, bawang merah dan garam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk komoditas beras, jagung, cabai dan bawang merah akan fokus digarap oleh PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri. Lalu, untuk daging ayam dan sapi akan difokuskan ke PT Berdikari, PT Perikanan Nusantara dan Perum Perikanan Indonesia.

Baca juga: Burden Sharing, Pemerintah Jual SUN Rp 27 Triliun ke BI

Sedangkan untuk gula, akan fokus digarap oleh PG Rajawali yang merupakan anak usaha dari PT RNI.

Terakhir, untuk distribusinya akan diserahkan ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan PT Bhanda Ghara Reksa.

“Rital salesnya silakan (swasta), ya kami tidak mau compete dengan swasta, kami jadi pemasok, tetapi bagaimana kami protect inputnya juga yang dari petani tadi atau peternak atau nelayan tadi. Kita coba sinergikan ini,” ungkapnya.

Namun, dalam BUMN klaster pangan ini tak ada nama Perum Bulog. Belum diketahui secara pasti mengapa Perum Bulog tak dimasukan ke dalam klaster tersebut.

Baca juga: Edhy Prabowo Usul Ganti MSG dengan Penyedap Rasa Bahan Dasar Ikan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Mau Berhenti Impor BBM pada 2027

Pemerintah Mau Berhenti Impor BBM pada 2027

Whats New
Lewat Fitur Ini, Mitra Bukalapak Bisa Jadi Agen Logistik SiCepat Ekspress hingga Grab

Lewat Fitur Ini, Mitra Bukalapak Bisa Jadi Agen Logistik SiCepat Ekspress hingga Grab

Whats New
Pemerintah Bakal Membuat Kodifikasi Produk Halal yang Diekspor, Ini Tujuannya

Pemerintah Bakal Membuat Kodifikasi Produk Halal yang Diekspor, Ini Tujuannya

Whats New
Program Industri Hijau Dinilai Mampu Menghemat Energi Rp 3,2 Triliun

Program Industri Hijau Dinilai Mampu Menghemat Energi Rp 3,2 Triliun

Whats New
Bisa Transfer Valas hingga 14 Mata Uang, Begini Kemudahan Transaksi Pakai Internet Banking bagi Pebisnis

Bisa Transfer Valas hingga 14 Mata Uang, Begini Kemudahan Transaksi Pakai Internet Banking bagi Pebisnis

BrandzView
Berantas Pinjol Ilegal, BPR Didorong Tingkatkan Kolaborasi dengan Fintech Lending

Berantas Pinjol Ilegal, BPR Didorong Tingkatkan Kolaborasi dengan Fintech Lending

Whats New
IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

Whats New
Update Syarat Naik Kereta Api Periode Libur Nataru

Update Syarat Naik Kereta Api Periode Libur Nataru

Whats New
Sri Mulyani Sebut Lifting Migas Terus Menurun

Sri Mulyani Sebut Lifting Migas Terus Menurun

Whats New
Rincian Aturan WFO Selama Penerapan PPKM Level 2 di Jakarta

Rincian Aturan WFO Selama Penerapan PPKM Level 2 di Jakarta

Whats New
Menperin Beberkan 5 Tantangan yang Dihadapi dalam Pengembangan Industri Hijau yang Berkelanjutan

Menperin Beberkan 5 Tantangan yang Dihadapi dalam Pengembangan Industri Hijau yang Berkelanjutan

Whats New
Kompor Induksi Lebih Hemat? Begini Hitung-hitungannya Menurut PLN

Kompor Induksi Lebih Hemat? Begini Hitung-hitungannya Menurut PLN

Rilis
Kemenhub Lakukan Pemutakhiran Rencana Strategis Pengembangan Infrastruktur Transportasi

Kemenhub Lakukan Pemutakhiran Rencana Strategis Pengembangan Infrastruktur Transportasi

Whats New
DKI Jakarta PPKM Level 2, Kapasitas Resepsi dan WFO Maksimal 50 Persen

DKI Jakarta PPKM Level 2, Kapasitas Resepsi dan WFO Maksimal 50 Persen

Whats New
Agar Sukses Jangkau Pasar Ekspor, Kemendag: Ekspor Produk Berkelanjutan

Agar Sukses Jangkau Pasar Ekspor, Kemendag: Ekspor Produk Berkelanjutan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.